Tautan-tautan Akses

Trump Dukung Legislasi untuk Batasi Imigran

  • Peter Heinlein

Sebotol air, bunga, lilin, dan boneka binatang ditempatkan di lapangan parkir toko Walmart dekat lokasi dimana pihak berwenang menemukan truk yang dijejali imigran di San Antonio, Texas (foto: AP Photo/Eric Gay)

Presiden Donald Trump telah menyetujui sebuah RUU yang secara dramatis akan mengurangi jumlah imigran berketerampilan rendah yang diterima di Amerika Serikat, dan mengenalkan sistem berbasis poin.

Didampingi oleh senator Republik Tom Cotton dari negara bagian Arkansas dan David Perdue dari negara bagian Georgia, Presiden Donald Trump mendukung rancangan undang-undang yang diusulkan oeh kedua senator itu, yang akan mengurangi imigrasi legal ke Amerika Serikat menjadi hingga 50 persen.

Presiden Trump menyebutnya “reformasi paling signifikan terhadap sistem imigrasi kita dalam setengah abad.”

“Rancangan undang-undang ini menunjukkan belas kasih kita bagi keluarga-keluarga Amerika yang hidup dengan susah payah, yang layak diperhatikan dengan sistem imigrasi yang mengutamakan pemenuhan kebutuhan mereka dan yang mendahulukan kepentingan merika,” ujar Presiden Trump.

Senator Cotton dan senator Perdue mengatakan masuknya imigran berketerampilan rendah telah menekan upah pekerja Amerika.

“Kita semua sepakat bahwa tujuan sistem imigrasi negara kita adalah untuk melindungi kepentingan warga pekerja Amerika, termasuk imigran, dan untuk menyambut dengan tangan terbuka orang-orang berbakat yang datang ke sini secara legal dan ingin bekerja dan berusaha membuat kehidupan yang lebih baik,” ujar Senator David Perdue (R) dari Georgia.

Penasihat senior Stephen Miller mengatakan, satu keistimewaan dari langkah ini akan menghentikan praktik yang disebut “migrasi berantai.”

“Orang-orang yang kini menerima green card, mereka bisa membawa serta, katakanlah, seorang kerabat manula yang bisa langsung diberi bantuan sosial jika mereka tidak bisa menafkahi diri sendiri, dan orang itu bisa membawa kerabat yang bisa membawa kerabat, yang bisa membawa kerabat lain, dan itulah kenapa disebut migrasi berantai,” ujar Stephen Miller.

Sistem yang diajukan itu mengutamakan orang yang bisa berbahasa Inggris, memiliki ketrampilan kerja, dan kecukupan finansial.

Orang-orang Partai Demokrat, sebagian kalangan Partai Republik, dan banyak kelompok hak-hak imigran menentang langkah itu, dan mengatakan legislasi itu bisa kontra-produktif.

“Banyak imigran dengan keterampilan kerja yang lebih rendah berkontribusi bagi negara ini. Pekerjaan mereka antara lain membantu pertanian, bidang manufaktur, dan juga melakukan pekerjaan rumahan. Jadi, tanpa orang-orang itu akan sangat sulit bagi kita melakukan pekerjaan kita dan bagi jalannya roda perekonomian kita,” ujar Kim Rueben dari Urban Institute.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan, dukungan Presiden Trump itu adalah upayanya untuk mempercepat pembicaraan mengenai imigrasi, dengan harapan membuat momentum bagi salah satu isu utama kampanye. Namun, belum jelas apakah Kongres akan merespon langkah itu dalam waktu dekat. [rt/lt]

XS
SM
MD
LG