Tautan-tautan Akses

Thailand Tangkap Politisi Terkait Perdagangan Manusia di Sektor Perikanan


Satu dari tujuh orang yang ditangkap dalam kasus dugaan perdagangan manusia di Thailand, duduk di tempat tidur menunjukkan senjata api yang dimilikinya, Selasa, 15 Desember 2020. (Foto: DSI)

Polisi Thailand telah menangkap seorang politisi bersama enam orang lainnya, dengan tuduhan melakukan perdagangan manusia. Hal ini jarang terjadi.

Politisi itu diduga terlibat dalam perdagangan manusia melibatkan migran Myanmar. Dia menyalurkan para migran ke kapal penangkap ikan dan memaksa mereka hidup dalam jeratan utang.

Penangkapan pada Selasa (15/12) oleh Departemen Penyelidikan Khusus terjadi pada ketika negara itu berusaha membersihkan rantai pasokan yang rumit dalam sektor penangkapan ikan yang bernilai miliaran dolar.

Industri perikanan Thailand sempat goncang pada 2016 ketika penyelidikan oleh Associated Press membongkar praktik perbudakan dan penyiksaan migran di dalam sektor penangkapan ikan. Industri perikanan Thailand adalah yang ketujuh terbesar di dunia, memasok ikan tuna, udang, dan makanan hewan peliharaan ke supermarket-supermarket di seluruh dunia. Investigasi oleh Associated Press meraih hadiah Pulitzer.

Pengungkapan itu memicu Uni Eropa untuk mengeluarkan ancaman larangan impor ikan dari Thailand. Sejumlah kampanye untuk meningkatkan kesadaran konsumen juga telah mencemarkan citra dari produk Seafood Made in Thailand.

Penguasa Thailand berusaha memulihkan citra buruk ini dengan melakukan pembersihan di dalam industri yang dipenuhi makelar, tengkulak, dan tokoh lokal yang berpengaruh. Mereka menguasai pelabuhan kapal penangkap ikan dan memeras keuntungan dari buruh yang diperdagangkan dan tidak dibayar atau dibebani utang. Uni Eropa telah menarik ancamannya pada 2019.

Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Selasa (15/12) dini hari oleh polisi di pelabuhan Si Chon di Provinsi Nakhor Si Thammarat, Teluk Thailand, di selatan, tujuh orang ditangkap, termasuk deputi wali kota, kapten sebuah kapal, dan seorang makelar.

Mereka dituduh melakukan perdagangan manusia terhadap lima warga Myanmar setelah menjebak pekerja itu ke dalam hutang. Polisi mengatakan kelima warga Myanmar itu awalnya dibujuk untuk bekerja di kapal dengan pembayaran di muka, yang kemudian diubah menjadi utang yang harus mereka bayar dengan bekerja di atas kapal. [jm/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG