Tautan-tautan Akses

Tajikistan Terbitkan Kumpulan Pemikiran dan Kebijakan Presiden Imomali Rakhman


PM Pakistan, Muhammad Nawaz Sharif berdikusi dengan Presiden Tajikistan Imomali Rakhman dan Presiden Afghanistan Ashraf Gani dalam kunjungan ke pameran pertanian di Dushanbe, 6 Juli 2017

Tajikistan hari Rabu menerbitkan buku berisi kumpulan pemikiran dan kebijakan Presiden Imomali Rakhman, membuat kultus individu terhadap orang kuat tersebut semakin kokoh tertanam di negara miskin dan bekas republik Soviet itu.

Rakhman, yang sekuler dan telah memimpin republik di Asia Tengah itu selama seperempat abad, dan pada tahun 2015 diberi titel sebagai ‘pemimpin bangsa’ oleh Parlemen stempel karet negaranya.

Tahun berikutnya negara itu mengubah Konstitusi memberinya hak penuh untuk berulangkali mencalonkan diri untuk dipilih menjadi presiden.

Buku tadi berjudul - “Pemikiran dan Ucapan Arif Presiden Tajikistan, Penegak Perdamaian dan Persatuan Nasional, Pemimpin Bangsa” – bisa diperoleh secara elektronik di website perpustakaan nasional negara, kata penasehat senior Zafar Saidzod.

Di antara topik yang dimuat dalam edisi pertama terdiri dari 500 buku adalah pemikiran Rakhman tentang perdamaian, kemerdekaan, sejarah dan wanita.

"Kebangsaan, bersama semua kelengkapan dan lambangnya harus tertanam dalam pikiran dan jiwa tiap perempuan Tajik dan diteruskan dari generasi ke generasi melalu susu ibu” bunyi satu dari banyak ucapan indah dalam buku itu.

Propoganda pemerintah menggambarkan Rakhman sebagai seorang penyelamat yang membawa perdamaian ke Tajikistan menyusul perang saudara lima tahun tidak lama sesudah Tajikistan merdeka dari Uni Soviet. Namun, pengecam menuduh rezimnya secara sistematis melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Tajikistan tergolong yang termiskin di antara bekas republik Soviet dan di bagian selatan berbatasan sepanjang 1300 kilometer dengan Afghanistan. [ps/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG