Tautan-tautan Akses

Serikat Pekerja Perancis Peringatkan Pemogokan Bisa Sampai Natal


Para calon penumpang menunggu kereta di sebuah stasiun di Paris, Perancis, 10 Desember 2019. (Foto: dok)

Para komuter Paris berjejalan di dua jalur Metro yang beroperasi penuh di kota itu, Kamis (12/12), sementara pemogokan pekerja menentang reformasi sistem pensiun yang melumpuhkan layanan kereta Perancis itu memasuki hari kedelapan. Sebuah serikat pekerja besar memperingatkan bahwa aksi mogok kerja itu dapat berlanjut tanpa jeda hingga Natal.

Ketegangan muncul di beberapa bagian negara itu. Polisi menembakkan gas air mata Kamis pagi ke arah demonstran di Nantes, kota di bagian barat. Sementara itu para demonstran membakar kendaraan di Marseille, kota pelabuhan di kawasan Laut Tengah.

Serikat-serikat pekerja menolak mentah-mentah usulan baru dari pemerintah Presiden Emmanuel Macron untuk menggagalkan peluncuran rencana kontroversial, yang akan membuat pekerja-pekerja pada kelompok usia termuda Perancis tetap bekerja dua tahun lebih lama, hingga usia 64, agar berhak mendapatkan pensiun penuh.

Para calon penumpang menunggu kereta di stasiun Gare de Lyon, Paris saat berlangsungnya aksi mogok para pegawai jawatan kereta api SNCF dan pegawai transportasi di Perancis, 6 Desember 2019. (Foto: dok).
Para calon penumpang menunggu kereta di stasiun Gare de Lyon, Paris saat berlangsungnya aksi mogok para pegawai jawatan kereta api SNCF dan pegawai transportasi di Perancis, 6 Desember 2019. (Foto: dok).

“Tidak ada jeda pada hari Natal kecuali jika pemerintah kemudian menyadarinya,” kata Laurent Brun dari serikat pekerja General Work Confederation, Kamis (12/12).

Para pekerja dari berbagai sektor turut serta dalam pemogokan umum di berbagai penjuru negara itu, termasuk di antaranya guru, dokter, juru rawat, personel kereta api, seniman dan pengumpul sampah.

Sindikat Nasional Guru Sekolah Menengah menyatakan “meningkatkan” tindakannya menentang reformasi yang disebutnya “tidak dapat diterima sama sekali” dengan menggelar protes-protes baru di berbagai kota besar di Perancis hari Kamis.

Cepatnya serikat itu mengesampingkan proposal yang diajukan pemerintah hari Rabu mengisyaratkan bahwa para pemimpin serikat pekerja serius sewaktu mereka menyatakan pemogokan itu “tanpa batas.”

Meskipun warga Paris terimbas dampak buruk pemogokan karena mereka sangat bergantung pada transportasi umum, beberapa bagian lain Perancis tidak mengalami hal seburuk itu. Para pekerja yang mogok juga menikmati dukungan publik yang luas, sebut beberapa jajak pendapat.

Masyarakat merasakan ketegangan suasana tetapi memahami alasan pekerja mogok.

Banyak warga Perancis dan serikat pekerja yang memimpin pemogokan itu khawatir sistem baru akan memaksa orang bekerja lebih lama dengan pensiun lebih sedikit.

Pemerintah menyatakan perubahan itu akan memastikan sistem tersebut “adil dan berkelanjutan” mengingat pertumbuhan populasi dengan rekor banyaknya warga berusia di atas 90 tahun. [uh/lt]

Lihat komentar (2)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG