Tautan-tautan Akses

Seorang Pekerja Toyota Dikukuhkan Bunuh Diri Karena Dilecehkan Atasan


Toyota Motor Corp. mengakui adanya kasus bunuh diri tahun 2017 akibat pelecehan terkait wewenang dan kekuasaan di kantor perusahaan tersebut. (Foto: ilustrasi)

Seorang teknisi di perusahaan mobil Toyota di Tokyo melakukan aksi bunuh diri setelah terus-menerus diperolok atasannya, kata pihak berwenang Jepang.

Toyota Motor Corp. mengakui adanya kasus itu setelah munculnya laporan-laporan mengenai keputusan pengadilan itu. Perusahaan tersebut berharap bisa mencegah kejadian serupa di kemudian hari dan menyatakan bela sungkawa kepada keluarga korban.

Kasus ini mencuat di tengah-tengah bangkitnya kesadaran masyarakat Jepang akan masalah-masalah pelecehan terkait wewenang dan kekuasaan di tempat kerja. Aksi bunuh diri itu sendiri berlangsung pada tahun 2017.

Menyusul keputusan pengadilan itu, biro tenaga kerja regional menyatakan keluarga korban berhak mendapat kompensasi berdasarkan UU mengenai kematian terkait pekerjaan.

Yoshihide Tachino, pengacara korban dan keluarganya, mengatakan, Toyota bertanggung jawab karena membiarkan pelecehan itu berlanjut. Menurutnya, pegawai berusia 28 tahun itu berulangkali disebut idiot oleh atasannya dan disarankan untuk mati. Nama korban masih dirahasiakan karena alasan privasi.

Setelah memperoleh gelar Master di University of Tokyo, sebuah perguruan tinggi yang dianggap bergengsi, pria itu bergabung dengan Toyota pada 2015. Setelah menjalani pelatihan selama setahun, ia ditempatkan di kantor pusat Toyota di Aichi, Jepang Tengah. Mulai saat itu lah, pelecehan oleh atasannya berlangsung. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG