Tautan-tautan Akses

Ratusan Ribu Warga Perancis Ingin Jadi Anggota Pasukan Pertanian


Seorang peternak tengah menggembalakan dombanya di dekat Mont-Saint-Michel, Perancis, 28 Maret 2020. (foto: dok).

Lebih dari 200.000 orang menjawab seruan pemerintah Perancis untuk membantu para petani palawija dan peternak panen seiring musim panas yang mendekat, kata Menteri Pertanian Didier Guillaume, Selasa (7/4).

"Hari ini kami menerima lebih dari 200.000 pelamar, dan kami memiliki 5.000 orang yang mengelola perekrutan ini,” kata Guillaume kepada televisi France 2.

"Kami tidak akan membuat orang-orang itu berpergian jauh ke berbagai penjuru negara. Mereka akan bekerja di dekat rumah mereka, di kawasan pertanian atau peternakan dekat mereka. Mereka juga akan diterjunkan di sektor transportasi dan logistik yang terkait pangan,” katanya. “Penting untuk memastikan produk-produk ini sampai di tempat di mana bisa dijual.”

Seorang warga mengisi keranjang khusus anggota AMAP dengan sayuran di Campbon, Perancis, 2 April 2020.
Seorang warga mengisi keranjang khusus anggota AMAP dengan sayuran di Campbon, Perancis, 2 April 2020.

Bulan lalu, Guillaume mengeluarkan seruan untuk membentuk “pasukan pertanian” di tengah-tengah lockdown terkait wabah virus corona. Puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan terkait kebijakan itu, sementara banyak pertanian dan peternakan kehilangan pekerja musiman mereka.

Penutupan perbatasan-perbatasan menyebabkan para migran tidak bisa datang ke Perancis untuk bekerja sebagai pegawai musiman. Padahal musim panen kian dekat, dan berbagai produk andalan seperti asparagus, stroberi dan tomat siap dipetik dalam waktu dekat.

Seorang petani mengemudikan traktornya untuk mempersiapkan lahan sebelum menabur bibit tanaman di lahan pertanian di kawasan Anneux, Perancis, 27 Maret 2020. (Foto: dok).
Seorang petani mengemudikan traktornya untuk mempersiapkan lahan sebelum menabur bibit tanaman di lahan pertanian di kawasan Anneux, Perancis, 27 Maret 2020. (Foto: dok).

Guillaume menjelaskan, para pelamar yang ingin menjadi anggota “pasukan pertanian” itu umumnya orang-orang yang kehilangan pekerjaan karena kebijakan lockdown. Partisipasi mereka diharapkan bisa membantu mempertahankan saluran-saluran distribusi pangan beroperasi dengan lancar.

Mengingat menurunnya permintaan akan produk pangan yang mudah rusak karena penutupan restoran, kafetaria sekolah dan klien-klien besar lainnya, Guillaume juga menganjurkan rakyat Perancis mengonsumsi produk pertanian dan peternakan di wilayah mereka sehingga tidak terbuang sia-sia. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG