Tautan-tautan Akses

Raja Malaysia: Parlemen Dapat Bersidang Dalam Keadaan Darurat


Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dan Ratu Tunku Azizah Aminah Maimunah di Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Malaysia, 31 Januari 2019. (Foto: dok).

Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah, Rabu (24/2) mengatakan parlemen dapat bersidang selama negara dalam keadaan darurat, sebuah langkah yang dapat membuka pintu bagi oposisi untuk meluncurkan mosi baru untuk menantang Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Bulan lalu, raja mengumumkan seluruh negara berada dalam keadaan darurat yang dapat berlangsung hingga 1 Agustus, sementara Malaysia berjuang mengendalikan lonjakan kasus virus corona setelah berhasil membendung perebakan hampir sepanjang tahun lalu.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerima dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Pfizer / BioNTech, di sebuah klinik pemerintah di Putrajaya, 24 Februari 2021. (Foto: AFP PHOTO / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerima dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Pfizer / BioNTech, di sebuah klinik pemerintah di Putrajaya, 24 Februari 2021. (Foto: AFP PHOTO / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION)

Namun oposisi menuduh Muhyiddin menggunakan keadaan darurat itu untuk mempertahankan kendali dalam perebutan kekuasaan, terutama setelah ia tampaknya kehilangan suara mayoritas ketika dua anggota parlemen dari partai yang memerintah mengatakan mereka tidak lagi mendukungnya.

Dalam sebuah pernyataan, istana mengatakan bahwa raja berpendapat bahwa parlemen dapat bersidang pada tanggal yang dianggap tepat dan dengan mempertimbangkan saran perdana menteri.

Undang-undang keadaan darurat, yang ketika diberlakukan akan menggantikan peraturan reguler, mengharuskan parlemen bersidang, diundur atau dibubarkan pada tanggal yang ditetapkan oleh raja dan atas saran dari perdana menteri, kata pihak istana.

“Oleh sebab itu, pendapat partai-partai tertentu bahwa pernyataan darurat mencegah parlemen bersidang adalah tidak akurat,” kata pernyataan itu.

Kantor perdana menteri tidak segera memberi komentar atas permintaan tanggapan.

Kepemimpinan Muhyiddin selama 11 bulan telah diwarnai dengan pertikaian internal di koalisinya yang berkuasa dan tantangan kepemimpinan dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, pada saat negara itu berjuang mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan pandemi virus corona.

Jika parlemen diperbolehkan untuk bersidang, oposisi dapat mengupayakan mosi tak percaya lagi dan jika Muhyiddin kalah, ia harus mengundurkan diri atau meminta persetujuan raja untuk membubarkan parlemen, membuka jalan baru untuk melakukan pemilu.

Istana mengatakan, raja menyetujui permintaan Muhyiddin untuk mengumumkan keadaan darurat bulan lalu hanya sebagai “langkah proaktif” untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Malaysia melaporkan lebih dari 290.000 kasus virus corona dan 1.076 kematian pada hari Selasa (23/2), jumlah tertinggi ketiga di kawasan setelah Indonesia dan Filipina. [lj/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG