Tautan-tautan Akses

Populasi Dunia Mungkin Menurun Setelah Pertengahan Abad Ini


Anak-anak menunggu pembagian makanan gratis di sebuah pemukiman kumuh saat karantina wilayah untuk mencegah penularan virus corona, di Mumbai, India, 18 April 2020.

Sebuah studi baru menunjukkan era peningkatan populasi manusia mungkin berakhir dengan implikasi besar bagi masyarakat, ekonomi dan lingkungan.

Jurnal The Lancet memperkirakan populasi dunia mungkin mencapai sekitar 9,7 miliar pada 2064, naik dari sekitar 7,8 miliar saat ini, sebelum menyusut menjadi 8,8 miliar pada akhir abad ini.

Perkiraan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) itu bertentangan dengan perkiraan Divisi Kependudukan PBB, yang memperkirakan populasi pada 2100 menjadi 10,9 miliar dan akan terus meningkat. IHME adalah lembaga riset dalam bidang statistik dan evaluasi dampak kesehatan di Universitas Washington.

Kepala Divisi Kependudukan PBB John Wilmoth menyebut proyeksi itu “ekstrem.”

Namun, jika terbukti benar, konsekuensi dari populasi yang menyusut akan jauh jangkauannya.

“Saya kira ini adalah salah satu perubahan besar yang pernah dihadapi umat manusia,” kata salah seorang penulis studi itu, Chris Murray, direktur IHME.

Penurunan jumlah penduduk itu akan menjadi berita baik bagi lingkungan. Lebih sedikit orang akan menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca dan polutan lainnya. Hal itu akan menurunkan permintaan akan makanan, dan mengurangi tekanan dari pertanian pada tanah dan air.

Populasi yang menurun berarti lebih sedikit pekerja, yang berarti PDB lebih rendah. Hal itu juga berarti lebih sedikit konsumen, yang merupakan landasan ekonomi global. [lt/ft]

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG