Tautan-tautan Akses

Polisi Serukan Saksi Bantu Penyelidikan Penyanderaan di Cologne


Polisi berpatroli di depan stasiun utama di Cologne, Jerman, 4 Februari 2016. (Foto: dok).

Polisi Cologne sedang menyelidiki apakah ekstrimisme Islam merupakan motivasi di balik penyanderaan berdarah di stasiun kereta utama kota itu, dan hari Selasa (16/10) menyerukan kepada mereka yang menyaksikan dan merekam kejadian itu agar mengunggah foto-foto atau video dari tempat kejadian untuk membantu penyelidikan mereka.

Pihak berwenang memberikan tautan situs web melalui cuitan di Twitter agar orang-orang mengirim foto atau video dari insiden hari Senin itu, di mana seorang pria menyalakan bom bensin di sebuah restoran di dalam stasiun yang melukai dua orang. Dia kemudian menyandera seorang wanita di dalam apotek selama dua jam.

Penumpang menunggu di luar stasiun kereta utama di Cologne, Jerman, 15 Oktober 2018.
Penumpang menunggu di luar stasiun kereta utama di Cologne, Jerman, 15 Oktober 2018.

Tersangka terluka parah ketika polisi menyerbu apotek dan dia kemudian menerima CPR. Hingga Selasa pagi, dia dalam perawatan intensif di rumah sakit Cologne. Demikian menurut juru bicara kepolisian Annemarie Schott kepada kantor berita Associated Press.

Dalam konferensi pers Senin malam, polisi mengatakan kepada para wartawan bahwa tersangka adalah warga Suriah berusia 55 tahun yang datang ke Jerman pada tahun 2016. Dia memiliki catatan kriminal. Mengutip para saksi, polisi mengatakan bahwa dalam insiden itu dia mengklaim bahwa dia adalah anggota kelompok ekstremis Negara Islam (ISIS).

Polisi mengatakan seorang gadis 14 tahun menderita luka bakar dan seorang lainnya menghisap asap ketika pria itu menyalakan bom bensin di dalam restoran Senin sore. Ketika sistem sprinkler pemadam di restoran itu menyemprotkan air, dia pindah ke apotek stasiun kereta api di mana dia menyandera seorang perempuan selama sekitar dua jam. [lt]

XS
SM
MD
LG