Tautan-tautan Akses

Polisi China Tangkap Pendeta dan Anggota Sebuah Gereja


Polisi China menjaga pintu bangunan tempat Gereja Sion berlokasi, setelah otoritas Beijing menutup Gereja tersebut, 11 September 2018. (Foto: dok).

Puluhan anggota gereja Protestan dan pendeta mereka hilang di China barat daya setelah pihak berwenang menyerbu rumah mereka, kata para pengunjung gereja, Senin (10/12), di tengah-tengah meningkatnya pembatasan pada ibadah keagamaan.

Penyerbuan polisi terjadi Minggu malam, menurut pernyataan dari “Gereja Perjanjian Awal” yang berbasis di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan itu.

Beberapa pemimpin gereja, termasuk pendeta Wang Yi, ditahan, kata para anggota gereja kepada kantor berita AFP dengan tidak diungkapkan jati diri mereka. Sedikitnya 80 orang hilang, kata mereka, tetapi tidak jelas berapa banyak yang ditahan atau di mana keberadaan mereka.

“Sebagian besar anggota gereja diciduk dari rumah mereka, dan sebagian ditangkap di jalan,” kata seorang anggota gereja kepada AFP, yang meminta namanya dirahasiakan. “Posisi sebagian dari mereka yang ditangkap diketahui oleh polisi melalui lokasi ponsel pintar mereka.”

“Seluruh lingkungan dan daerah sekitarnya berada dalam kendali penuh polisi.” Mereka tidak membiarkan siapa pun lolos,” tambah warga itu.

Polisi Sichuan menolak berkomentar. Polisi Chengdu tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk memberikan komentar atas insiden tersebut.

Pemerintah China yang resmi ateis selalu waspada terhadap setiap gerakan terorganisir di luar kendalinya sendiri, termasuk yang bersifat keagamaan. [lt]

XS
SM
MD
LG