Tautan-tautan Akses

PM Malta Tawarkan Hadiah untuk Informasi Pembunuhan Wartawati


Lilin-lilin, catatan-catatan dan potongan kertas diletakkan di Love Monument di St. Julian, Malta, 17 Oktober 2017, sehari setelah pembunuhan wartawati Daphne Galizia.

Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat, menawarkan hadiah besar sebagai imbalan untuk informasi pembunuhan wartawan investigasi, Daphne Galizia, menggemparkan, Senin (16/10).

“Kami pastikan penyelidik kami mempunyai semua sumber daya yang diperlukan dan semua keahlian asing untuk membongkar peristiwa ini” kata Muscat kepada kantor berita Reuters, Rabu (18/10). Pakar forensik FBI dan Belanda sudah berada di Malta untuk membantu penyelidikan.

Bom meledakkan mobil Galizia tidak lama setelah dia meninggalkan rumah. Putranya melihat mobil Galizia meledak, namun tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan wartawati itu.

Galizia sedang menyelidiki dugaan adanya korupsi di pemerintahan Malta, khususnya dugaan kaitan antara pejabat-pejabat Malta dan beberapa bank serta perusahaan di luar negeri yang sering digunakan untuk mengelak dari kewajiban membayar pajak.

Muscat termasuk satu di antara beberapa orang yang dicurigai menurut informasi yang diperoleh dari dokumen yang dikenal dengan nama Panama Papers yang merinci soal pengelakan pajak itu.

Muscat menyangkal segala tuduhan dan telah mengajukan gugatan hukum terhadap Galizia. [al]

XS
SM
MD
LG