Tautan-tautan Akses

Penyandang Disabilitas Korea Utara Berisiko Terdampak Sanksi Internasional


Para petani menanam benih padi di Chongsan-Ri, Korea Utara, 12 Mei 2019.

Warga Korea Utara yang memiliki disabilitas berisiko terkena dampak dari sanksi-sanksi internasional yang bertujuan membatasi program senjata pemusnah massal di negara itu.

Sejumlah kelompok bantuan kemanusiaan yang menyediakan dukungan medis, pendidikan dan material kepada orang-orang dengan gangguan fisik, sensorik dan perkembangan lain mengatakan sanksi-sanksi PBB, serta kampanye "tekanan maksimum" oleh pemerintahan Trump terhadap Pyongyang, membatasi kemampuan mereka dalam melakukan kegiatan mereka di Korea Utara.

Di tengah berbagai batasan itu, sebagian LSM meninggalkan program mereka.

Berbagai sumber yang terlibat dalam penyaluran bantuan mengatakan kepada VOA bahwa Humanity & Inclusion (HI) menghentikan operasi di Korea Utara. Organisasi Prancis/Belgia itu, yang juga dijuluki Handicap International, sebelumnya aktif di negara itu sejak 2001. Menurut situsnya, LSM itu bekerja sama dengan Federasi Korea untuk Perlindungan Penyandang Cacat.

HI menolak menjawab pertanyaan VOA yang meminta konfirmasi.

Minimnya transparansi pemerintah Korea Utara dan kengganan banyak LSM untuk membahas pekerjaan mereka secara terbuka, menyulitkan pihak luar untuk memahami situasi sepenuhnya. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG