Tautan-tautan Akses

AS

Penjual Quesadilla di Los Angeles Bantu Sesama dengan Masak Makanan Gratis


Membantu Sesama di Tengah Pandemi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:54 0:00

Membantu Sesama di Tengah Pandemi

Ketika Heleo Leyva terpaksa menutup kios quesadilla miliknya di Los Angeles akibat pandemi virus corona, ia mengira telah kehilangan segalanya. Alih-alih menyerah, Leyva menemukan sebuah cara yang tidak hanya terus bertahan, namun juga dapat membantu dan memberi makan komunitas yang terpukul parah karena krisis yang terjadi.

Heleo Leyva membuka stan makanan quesadilla miliknya di daerah East Hollywood pada tahun 2019 dan dalam beberapa minggu terakhir menjadi sangat populer.

Ketika pandemi virus corona melanda pada pertengahan Maret disertai pemberlakuan lockdown, Leyva terpaksa menutup usahanya.

Tanpa penghasilan, Leyva tidak bisa membayar uang sewa dan keluarganya menghadapi penggusuran. Saat itulah Leyva menekankan tidak ada ruginya untuk melakukan sesuatu dan mulai aksi penggalangan dana melalui GoFundMe.

Amerika Kini: Penjual Quesadilla di Los Angeles Bantu Mereka yang Membutuhkan
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:10 0:00

“Keadaannya sangat darurat, karena jika kami tidak bayar sewa bulan itu, kami secara teknis menjadi tunawisma. Kami tidak punya makanan… Itu sangat tragis dan mengerikan. Tetapi reaksi publik terhadap GoFundMe kami sangat luar biasa! Karena awalnya mereka menyumbang $5.000, jadi kami bisa bayar sewa beberapa bulan. Kami merasa berkomitmen untuk membayarnya kembali pada masyarakat. Orang-orang tahu apa yang kami lakukan, jadi kami mulai menggiatkan cookout atau aktivitas memasak di udara terbuka.”

Leyva kemudian menghubungi Los Angeles Community Fridges, grup Instagram yang baru terbentuk dan menyiapkan lemari es untuk komunitas di sekitarnya. Siapa pun dapat meninggalkan makanan di lemari es itu dan siapa pun yang membutuhkan dapat menggunakannya untuk mereka sendiri.

Leyva memasak makan siang gratis sekali seminggu. Dengan bantuan para relawan, makan siang tersebut dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Nina, salah seorang relawan mengemukakan, “Tak ada yang lebih nikmat dari makanan yang hangat? Secara pribadi, saya tahu ketika tidak enak badan, jika seseorang memberikan saya sup yang tidak hanya dapat menghangatkan tubuh, tetapi juga menghangatkan jiwa saya. Ini sesuatu yang tidak perlu saya pusingkan lagi.”

Menu hidangan kali ini adalah ayam goreng atau daging sapi dengan nasi, salad, alpukat, dan keju.

Sejak Leyva mulai kegiatan memasak bersama komunitas tersebut, ia telah menyediakan lebih dari 3.500 makanan hangat bagi mereka yang membutuhkan. Ia mengakui tidak mungkin membantu semua orang, namun berusaha sebisa mungkin melakukannya.

“Semua hal yang kita alami terkait COVID - termasuk isolasi mandiri, tidak dapat bercengkerama dengan tetangga, kesusahan dan rasa benci terhadap pemerintah dan semua hal terkait lainnya. Ketika banyak orang antre dan mendapatkan makanan, inilah sumber pengharapan! Orang-orang pun dapat tersenyum. Ini terkait pada harapan yang kita berikan kepada mereka agar dapat menjalani hari berikutnya,” jelas Leyva. [mg/jm]

XS
SM
MD
LG