Tautan-tautan Akses

Pengusaha Korea Selatan Protes Soal Kaesong


Seorang pria berjalan melewati pagar kawat berbendera nasional di dekat tanda informasi yang menunjukkan jarak ke kota Kaesong Korea Utara dan ibukota Korea Selatan, Seoul, di Paviliun Imjingak, Paju, Korea Selatan, 15 September 2017. (Foto: dok).

Perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang dipaksa menutup operasi mereka di Kompleks Industri Kaesong di Korea Utara pada tahun 2016 telah mengajukan petisi ke pemerintah di Seoul untuk menyelidiki laporan bahwa Pyongyang telah membuka kembali fasilitas itu tanpa izin mereka.

Usaha patungan Korea Utara dengan Korea Selatan itu dihentikan tahun lalu untuk menghukum pemerintah Kim Jong-un karena melakukan uji coba nuklir dan misil, dan untuk menghentikan kemungkinan sumber dana bagi program pembuatan senjata illegal Pyongyang.

Pekan lalu, situs propaganda Korea Utara Meari mengindikasikan bahwa kegiatan telah dimulai kembali di Kaesong, dan situs propaganda lainnya,

Uriminzokkiri memuat komentar yang menyatakan, “bukan urusan orang lain apa yang kami lakukan di kompleks industri di mana kedaulatan nasional kami ditegakkan.”

Kementerian Unifikasi Korea Selatan tidak dapat mengukuhkan bahwa kompleks itu telah dibuka kembali, tetapi menyatakan melihat ada pergerakan bus-bus dan lampu-lampu jalan yang dinyalakan di sana.

Perhimpunan Perusahaan di Kompleks Industri Kaesong yang mewakili 123 perusahaan manufaktur Korea Selatan yang mengoperasikan pabrik-pabrik di fasilitas di Korea Utara itu Kamis menyatakan hendak mengirim satu delegasi untuk memeriksa properti mereka.

Namun kemungkinan besar Korea Utara tidak akan mengabulkan permohonan para pemilik usaha untuk mengunjungi fasilitas mereka di sana, mengingat tingginya ketegangan terkait program misil dan nuklir Pyongyang. [uh/ab]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG