Tautan-tautan Akses

Pemerintah Afghanistan Bantah Laporan AS Tentang Kemajuan Taliban


Para pejuang Taliban bersorak menanggapi seruan pemimpin senior mereka di distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan. (Foto: dok).

Pemerintah Afghanistan mengatakan laporan itu tidak memperhitungkan kemajuan yang dibuat oleh pasukan Afghanistan dalam merebut kembali daerah setelah serangan-serangan Taliban.

Pemerintah Afghanistan, Kamis (12/1) membantah laporan Inspektur Jenderal AS yang mengatakan pasukan Afghanistan kehilangan wilayah yang signifikan ke tangan pemberontak Taliban dan tidak mampu menjaga keamanan negara itu.

"Perhitungan ini tidak konstan," kata Mohammad Radmanesh, juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan, kepada VOA. "Sekarang kami telah merebut kembali banyak daerah dari musuh."

Pada hari Rabu (11/1), Special Inspector General for the Reconstruction of Afghanistan (SIGAR) melaporkan bahwa wilayah di bawah pemerintah Afghanistan berkurang secara signifikan pada tahun 2016 dan bahwa Taliban membuat kemajuan besar.

"Agustus lalu, misi militer AS di Afghanistan ... mengatakan hanya 63,4 persen wilayah negara itu berada di bawah kendali pemerintah - dibandingkan dengan 72 persen yang menurut militer dikendalikan oleh Kabul pada bulan November 2015," demikian laporan SIGAR.

Namun pemerintah Afghanistan mengatakan laporan itu tidak memperhitungkan kemajuan yang dibuat oleh pasukan Afghanistan dalam merebut kembali daerah setelah serangan-serangan Taliban.

Pemerintah mengaku mengendalikan hampir dua pertiga dari 407 kabupaten di negara itu. Para pejabat Afghanistan mengatakan Taliban menguasai 33 kabupaten, kurang dari 10 persen total nasional, dan penilaian militer AS baru-baru ini menyebut 116 kabupaten - lebih dari seperempat negara itu - sebagai daerah yang "diperebutkan." [as/ab]

XS
SM
MD
LG