Tautan-tautan Akses

Pemanasan Global Picu Kenaikan Konflik


Sebuah lahan yang sebelumnya adalah kawasan hutan lebat, terlihat tandus dekat Rajaf, di luar Juba, di Sudah Selatan. Perang saudara di Sudan Selatan, negara termuda di dunia itu, telah memasuki tahun keempat.

Pada rapat Dewan Keamanan PBB, Rabu (11/7), para diplomat membicarakan pentingnya mengakui pemanasan global sebagai faktor risiko yang dapat memperuncing ketegangan antar masyarakat dan mendorong orang jatuh ke tangan kelompok teroris.

Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed mengemukakan kepada Dewan Keamanan, “perubahan iklim tidak dapat dipisahkan dari sebagian dari tantangan keamanan dalam zaman kita."

"Kita mesti memahami perubahan iklim sebagai satu isu dalam jaringan faktor yang dapat menjurus ke konflik. Dalam jaringan ini, perubahan iklim bertindak sebagai pengganda ancaman, menambah tekanan pada titik-titik politis, sosial dan ekonomi yang sedang tertekan," kata Mohammed menambahkan.

Berbagai faktor terkait iklim semakin memainkan peran dalam meningkatnya konflik antara tetangga dan suku bangsa.

“Dalam situasi politik yang tidak menentu, seperti di Timur Tengah, ketimpangan dalam akses pada air menjadi ancaman nyata terhadap perdamaian dan stabilitas” kata Menteri Sumber Daya Air Irak Hassan Janabi.

Kalau ekonomi merosot, pengangguran dan kemiskinan bertambah dan orang tidak punya kegiatan, ini membuka pintu bagi kelompok teroris merekrut anggota. Bukan saja lelaki dan anak lelaki, tetapi juga bertambah banyak perempuan yang direkrut oleh kelompok teroris. [al]

XS
SM
MD
LG