Tautan-tautan Akses

Pasien Diterbangkan Sementara Kasus Covid Melonjak di Amazon, Brazil


Pasien Covid-19 dirawat di dalam sistem ventilasi non-invasif bernama 'Vanessa Capsule' di rumah sakit sementara Gilberto Novaes di Manaus, Brasil, Senin, 18 Mei 2020. (AP Photo/Felipe Dana)

Virus corona menyebar cepat di kalangan suku pribumi di pinggiran kawasan Amazon, Brazil, sehingga membuat para dokter mengevakuasi pasien Covid-19 yang kritis dengan pesawat.

Dokter Daniel Siqueira Seni menyatakan dua pesawat beroperasi setiap hari, satu untuk pasien normal dan satu lagi untuk pasien Covid. Ia mengatakan penerbangan bagi pasien Covid membawa 60 persen dari seluruh pasien yang dievakuasi.

Organisasi utama suku pribumi di negara itu, Brazil’s Indigenous People/s Articulation (APIB), menyatakan, mayoritas dari 540 kasus Covid-19 di antara puluhan suku itu berasal dari kawasan Manaus.

Para kerabat menangis saat pemakaman Pemimpin Umat Kokama Martins Moreira, yang meninggal karena Covid-19 di Pemakaman Khusus Bagi Warga Pribumi (Park of Indigenous Nations), Manaus, Brazil, 14 Mei 2020.
Para kerabat menangis saat pemakaman Pemimpin Umat Kokama Martins Moreira, yang meninggal karena Covid-19 di Pemakaman Khusus Bagi Warga Pribumi (Park of Indigenous Nations), Manaus, Brazil, 14 Mei 2020.

Wali kota Manaus, Arthur Virgilio Neto, mengatakan, karena banyak daerah pedalaman Amazon yang belum berkembang, warga di daerah-daerah itu berusaha menuju ke Manaus. Neto mengatakan ia memperkirakan akan ada gelombang baru rumah sakit yang penuh sesak dan pertikaian untuk mendapat tempat perawatan di rumah sakit.

Dinas kesehatan warga pribumi Brazil, Sesai, melaporkan pada hari Senin (18/5) bahwa sedikitnya 23 orang dari suku pribumi meninggal karena Covid-19.

Para korban adalah warga di daerah terpencil dekat sungai Amazon yang berbatasan dengan Kolombia dan Peru. Brazil telah mengukuhkan 255 ribu kasus Covid dan 16.856 kematian akibat virus corona. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG