Tautan-tautan Akses

Pasca Penumpasan, Ribuan Demonstran Beirut Kembali Turun ke Jalan


Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan ketika mereka memblokir jalan raya selama protes anti-pemerintah di Beirut, Lebanon, Rabu, 4 Desember 2019. (Foto: AP)

Ribuan demonstran di Beirut kembali turun ke jalan, Minggu (15/12). Mereka berkumpul di luar gedung parlemen, beberapa jam setelah pasukan keamanan mengusir mereka dengan menggunakan gas air mata dan peluru karet dan melukai puluhan lainnya.

Sabtu malam hingga Minggu menjadi salah satu tindakan yang paling keras terhadap demonstran sejak demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negara itu dimulai dua bulan lalu. Demonstrasi tersebut telah memaksa Perdana Menteri Saad Hariri mengundurkandiri pada 29 Oktober.

Konfrontasi sepanjang malam di Beirut itu menyebabkan lebih dari 130 orang terluka, menurut Palang Merah dan Pertahanan Sipil Lebanon. Menurut Palang Merah, tidak ada yang terluka serius dan kebanyakan dari mereka dirawat di tempat.

Kekerasan dan unjuk rasa, Minggu (15/12), terjadi hanya beberapa jam sebelum presiden dijadwalkan bertemu perwakilan blok-blok parlemen untuk menunjuk perdana menteri baru. Setelah berselisih selama berpekan-pekan dan meskipun ada permintaan dari demonstran untuk pemerintah teknokratis, politisi tampaknya akan membawa Hariri kembali berkuasa.

Menteri Dalam Negeri Raya al-Hassan, Minggu, meminta penyelidikan atas bentrokan itu. Bentrokan tersebut dikatakan telah melukai demonstran dan pasukan keamanan.

Kepala Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Mayjen Imad Osman, ikut dalam rapat umum hari Minggu. Ia mengatakan kepada wartawan di lokasi kejadian, bahwa hak untuk protes dijamin oleh undang-undang. "Tetapi tenanglah, tidak perlu kekerasan," katanya, memohon kepada demonstran. [ka/jm]

Lihat komentar (2)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG