Tautan-tautan Akses

Pasar Saham Dinilai Cukup Tangguh Hadapi Ancaman Geopolitik


Indeks Standard & Poor's 500 SPX di New York turun 0,30% namun tetap kembali menguat (foto: ilustrasi).

Pasar saham Amerika agaknya cukup tangguh dalam menghadapi ancaman geopolitik, dan peristiwa besar berikutnya – yaitu pemilu presiden Perancis – yang tampaknya hanya akan memberi dampak jangka pendek, kata para analis.

Hasil-hasil pol Pemilu putaran pertama di Perancis menjelang hari Minggu (23/4) menunjukkan pertarungan akan berlangsung sangat sengit. Karena hampir tidak ada capres yang diperkirakan mendapat suara mayoritas, bisa dipastikan hasil akhir pemilu presiden ini baru diketahui setelah pemilu putaran kedua pada 7 Mei mendatang.

Fakta bahwa baik kelompok ekstrim kiri maupun ekstrim kanan, dan capres yang skeptis terhadap masa depan Uni Eropa tampaknya bisa mendapat satu atau kedua jabatan tertinggi itu, telah membuat pasar gelisah seminggu terakhir ini, dimana ekuitas Eropa menderita sedikit kerugian.

Indeks Standard & Poor's 500 SPX turun 0,30% namun tetap kembali menguat sehingga hanya berada 2% di bawah rekor penutupan pasar 1 Maret. Sejauh ini pasar saham Amerika telah berhasil mengatasi kekhawatiran tentang Suriah, Afghanistan, dan Korea Utara.

“Kemenangan langsung tokoh sayap kanan yang populer Marine Le Pen di Perancis kemungkinan akan memicu aksi jual ekuitas global, namun pasar saham di Amerika akan menjadi yang pertama kali pulih,” ujar Dianne Jaffee, seorang manajer portofolio senior . Kemenangan langsung oleh capres mana pun pada hari Minggu dinilai sebagai kemungkinan yang sangat kecil. Namun demikian ada tiga skenario lain yang tampaknya akan terjadi, mulai dari yang paling agresif hingga yang paling lemah.

Para analis setuju bahwa skenario yang paling buruk bagi saham dan aset-aset lainnya yang dinilai beresiko akan menjadi isu putaran kedua antara tokoh nasionalis ekstrim kanan Marine Le Pen lawan tokoh sayap kiri Jean-Luc Melechon. Keduanya dipandang sebagai tokoh-tokoh yang skeptis terhadap uni eropa, yang menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan hidup euro dan Uni Eropa itu sendiri.

“Hasil seperti itu akan membuat kekacauan di pasar, dimana obligasi dan ekuitas Eropa akan melemah, euro akan anjlok drastis. Obligasi Amerika akan mendapat keuntungan, meskipun sebagian obligasi Amerika mungkin akan diobral juga,” ujar Ian Winer, Direktur Perdagangan Obligasi di Wedbush Securities.

Jaffee dan Winer sama-sama setuju bahwa hasil pemilu presiden Perancis yang paling positif bagi pasar adalah jika Emmanuel Macron dan politisi karir Francois Fillon bertarung dalam putaran kedua.

Tetapi Macron melawan Le Pen atau Melenchon pun bisa memberi hasil positif, ujar Winer. Beberapa jajak pendapat menunjukkan Macron memiliki peluang yang lebih baik dibanding Fillon untuk memenangkan putaran kedua melawan Le Pen atau Melenchon.

Apapun hasilnya, potensi melemahnya pasar tampaknya hanya akan berlangsung singkat, meskipun saat ini resiko tersebut tampak jauh lebih tinggi karena nilai saham yang berlebihan, ujar Winer.

“Investor telah belajar bahwa membeli saham-saham yang anjlok adalah strategi yang baik dan kita mungkin melihat indeks Standard & Poor 500 akan sangat cepat pulih, bahkan jika awalnya ada reaksi menurun. Tetapi indeks itu kini berada pada posisi jauh lebih kuat dibanding sebelum Brexit atau pemilu Amerika, sehingga resikonya juga lebih besar,” ujar Winer.

Para analis mengatakan pasar ekuitas global telah berhasil mengatasi resiko geopolitik karena investor tidak yakin akan terjadinya skenario terburuk atau dampak jangka panjang. [em/ii]

XS
SM
MD
LG