Tautan-tautan Akses

Pakar Desak Hubungan Jerman-AS yang Lebih Erat


Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menjauhi Kanselir Jerman Angela Merkel, usai acara penyambutan kehadirannya di lokasi KTT G20 di Hamburg, Jerman, 7 Juli 2017. (Foto: dok).

Beberapa pakar kebijakan luar negeri terkemuka Jerman, Kamis (12/10) mendesak pemerintahan Jerman mendatang agar tidak berpaling dari Amerika Serikat meskipun Presiden Donald Trump mengambil sikap sepihak “America First”, atau mendahulukan kepentingan Amerika.

Sekelompok pakar terkemuka menerbitkan sebuah manifesto di mingguan Die Zeit yang menyatakan “keberhasilan dan keamanan Jerman dan Eropa didasarkan pada sistem” tata hubungan internasional yang liberal dan institusi-institusi multilateral, yang dipertanyakan Trump mengingat kebijakan politiknya yang nasionalis dan berdasarkan kekuasaan.”

Mereka menulis bahwa karena arah kebijakan Amerika sekarang ini, Jerman - yang baru-baru ini menyelenggarakan pemilihan nasional dan masih dalam proses pembentukan pemerintah baru dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sebelumnya untuk mempertahankan dan memperkuat sistem internasional, yang pada jangka panjang harus mencakup Amerika.

Para pakar itu, antara lain Thomas Kleine-Brockhoff dari German Marshall Fund of the United States dan Daniela Schwarzer dari German Council on Foreign Relations, memperingatkan bahwa Jerman tidak boleh berpaling dari Amerika dengan lebih mendekatkan diri dengan Rusia atau menanggapi nasionalisme Amerika dengan nasionalisme Jerman.

Mereka memperingatkan bahwa upaya mengambil jalan tengah antara Barat dan Timur, hanya akan memperkuat ekstremisme di kalangan ekstrem kanan dan kiri di Jerman dan mengancam tata perdamaian Eropa. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG