Tautan-tautan Akses

Negara bagian New York hari Kamis (14/6) menuntut pembubaran yayasan amal keluarga Presiden Donald Trump, mengklaim ia terus menerus terlibat "perilaku ilegal" selama lebih dari 10 tahun demi keuntungan pribadi, bisnis dan kepentingan politiknya.

Dalam gugatannya, Jaksa Agung New York Barbara Underwood, dari partai Demokrat, menuduh yayasan Trump "melakukan koordinasi politik yang tidak sah dengan tim kampanye presiden Trump ... dan pelanggaran kewajiban hukum dasar untuk yayasan nirlaba."

Gugatan itu mengklaim Trump, konglomerat real estat yang menjadi politisi dari Partai Republik, menggunakan dana amal yayasan untuk membayar tagihan kasus hukum, mempromosikan hotel-hotel bermerek Trump, dan belanja pribadi. Gugatan itu menyebut presiden dan tiga anaknya, Donald Trump Jr., Eric Trump dan Ivanka Trump, yang duduk dalam dewan yayasan, sebagai terdakwa.

Underwood mengatakan yayasan itu "tidak lebih dari sekadar buku cek pembayaran dari Trump atau bisnisnya ke lembaga nirlaba, terlepas dari tujuan atau legalitas yayasan." Ia menuntut ganti rugi 2,8 juta dolar.

Trump, dalam sepasang komentarnya di Twitter, dengan cepat menilai gugatan itu "konyol." [ka/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG