Tautan-tautan Akses

Napi Taliban Lakukan Pembunuhan di Penjara Afghanistan


Anggota faksi Taliban yang memisahkan diri, memegang senjata mereka di sebuah pertemuan, di provinsi Zabul, Afghanistan selatan, 15 Agustus 2016. (Foto: dok).

Para pejabat di Afghanistan hari Senin mengukuhkan bahwa seorang anggota Taliban yang ditahan telah menewaskan sedikitnya delapan polisi, termasuk tiga perwira senior, setelah diam-diam menguasai sepucuk senapan serbu dari seorang penjaga di sebuah fasilitas tahanan di Zabul, provinsi di Afghanistan Selatan.

Insiden itu terjadi sewaktu para penjaga keamanan sholat Isya pada hari Minggu di penjara distrik Shar-e-Safa, kata seorang polisi kepada VOA. Ghulam Jilani mengatakan pelaku menembaki sekelompok personel yang tak bersenjata. Jilani berjanji akan memberi rincian lebih banyak lagi.

Seorang pejabat keamanan di Shar-e-Shafa, menyampaikan kepada VOA dengan syarat anonim bahwa pasukan Afghanistan segera terlibat baku tembak dengan tahanan bersenjata tersebut yang berlangsung hingga Senin pagi.

Pejabat itu menduga tahanan tersebut telah berhasil merampas senjata dari para petugas yang tewas, menghalangi para sipir penjara mengakhiri serangan itu, meskipun nasib pelaku masih belum diketahui.

Provinsi Zabul, Afghanistan
Provinsi Zabul, Afghanistan

Jatuhnya korban di pihak pasukan keamanan itu terjadi sehari setelah Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri Afghanistan mengakui bahwa serangan-serangan Taliban dalam beberapa pekan ini telah menyebabkan beberapa di antara serangan dengan korban terbanyak di pihak polisi dan Tentara Nasional Afghanistan (ANA).

Sewaktu memberi penjelasan kepada Senat, atau majelis tinggi di parlemen, pada hari Minggu, Menteri Dalam Negeri Wais Ahmad Barmak mengungkapkan bahwa “setiap hari, 30 personel ANA dan polisi terbunuh.”

Menteri Pertahanan Afghanistan Tariq Shah Bahrami mengatakan dalam sidang Senat bahwa dalam satu bulan terakhir saja, korban di pihak ANA mencapai 1.231 orang, 513 di antaranya korban jiwa.

Sekitar 14 ribu aparat keamanan Afghanistan tewas antara April 2016 dan Juli 2018, sebut Inspektur Jenderal Khusus Amerika untuk Rekonstruksi Afghanistan. Pemberontak sejak itu telah meningkatkan serangan-serangan di berbagai penjuru Afghanistan, menimbulkan lebih banyak lagi korban dan merebut daerah baru.

Sementara itu, pasukan keamanan menyerbu sebuah pusat tahanan yang dikelola Taliban di provinsi Maidan Wardak, Minggu larut malam, dan menyelamatkan delapan tahanan, sebagian besar adalah personel Pasukan Khusus Afghanistan.

Jenderal Wais Samimi, panglima polisi di provinsi tersebut, memberitahu VOA bahwa operasi penyelamatan itu juga menewaskan 40 pemberontak, termasuk kepala distrik bayangan mereka.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujuahid, mengklaim pasukan Afghanistan dan Amerika secara bersama-sama melancarkan penyerbuan dan menarget satu perkampungan sipil. Ia terus menegaskan bahwa aksi pasukan keamanan di distrik Jaghato menewaskan 14 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Klaim Taliban kerap dibesar-besarkan.

Kantor berita Afghanistan Pajhwok mengutip warga desa yang mengatakan bahwa pasukan asing ambil bagian dalam penyerbuan itu dan mereka yang tewas seluruhnya adalah warga sipil. Verifikasi klaim tersebut secara independen mustahil diperoleh. [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG