Tautan-tautan Akses

AS

Penyerang Konsulat Amerika di Libya Tampil di Pengadilan


Sebuah kendaraan yang diyakini membawa Mustafa al-Imam meninggalkan Pengadilan Distrik AS di Washington, Jumat, 3 November 2017. Imam tersebut dituduh memainkan peran penting dalam serangan Benghazi dan diperintahkan untuk tetap berada di balik jeruji besi dalam penampilan singkat di pengadilan federal.

Seorang militan yang dituduh terlibat dalam serangan maut tahun 2012 di konsulat Amerika di Benghazi, Libya, tampil pertama kali di pengadilan federal Amerika di Washington hari Jumat, di mana ia diperintahkan ditahan sampai sidang awal hari Kamis.

Mustafa al-Imam, warga Libya, menghadapi tuduhan pembunuhan satu orang dalam serangan terhadap sarana federal dan memberi bantuan materil kepada teroris yang mengakibatkan kematian.

Tuduhan itu berpangkal pada serangan 11 September tahun 2012 terhadap kompleks diplomatik Amerika di Benghazi oleh militan Islamis yang menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga lagi warga Amerika lainnya.

Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan pekan lalu bahwa al-Iman telah ditangkap. “Ingatan kita dalam dan jangkauan kita panjang dan kita tidak akan berhenti dalam usaha menemukannya dan menyeret para pelaku ke pengadilan,” kata presiden dalam pernyataan dari Gedung Putih.

Serangan itu menyebabkan penyelidikan Kongres yang lama dan banyak sidang diadakan mengenai apakah mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan pejabat tinggi lain Amerika mengabaikan peringatan untuk memperkuat keamanan di konsulat tersebut karena kemungkinan kekerasan.

Walaupun sidang dan penyelidikan yang dipimpin partai Republik telah diadakan, tidak ada bukti ditemukan mengenai kesalahan atau kelalaian yang disengaja oleh Clinton atau Departemen Luar Negeri Amerika. [gp]

XS
SM
MD
LG