Tautan-tautan Akses

Mengapa Manusia Sulit Mengubah Pendapat?


Gedung Capitol di Washington, 4 Oktober 2013.

Partai mana yang akan berkuasa dalam Kongres AS tahun ini akan ditentukan oleh pemilihan sela yang diadakan pada November mendatang.

Dalam iklim politik yang sangat terpecah antara dua kubu yang bertentangan, para pendukung partai Republik dan Demokrat telah mengambil ancang-ancang untuk mempertahankan posisi masing-masing.

Ini adalah masalah yang dihadapi oleh sistem pemerintahan yang berdasarkan kompromi. Pakar-pakar ilmu pengetahuan sosial menunjukkan bahwa rakyat Amerika pada umumnya telah menggabungkan diri dalam kelompok-kelompok yang punya kepentingan sama. Ilmu saraf berusaha mengetahui mengapa orang jarang mengubah pendapat mereka tentang hal-hal yang sangat mereka yakini, walaupun harus menghadapi kenyataan yang berbeda.

Tiap pemerintahan demokratis, mulai dari zaman Yunani kuno sampai sekarang berlandaskan pada prinsip give and take atau saling memberi, kata pakar saraf Jonas Kaplan, dari Universitas Southern California.

“Diskusi seperti itu bisa mengubah pandangan kita. Kalau kita berdiskusi, kita bisa saling belajar dan pada akhirnya kita akan menyesuaikan diri.”

Tapi dalam masalah yang kontroversial seperti perkawinan sesama jenis atau pengawasan senjata api, jarang sekali ada diskusi yang bisa mengubah pandangan orang.

Kaplan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam otak yang sangat menyulitkan kita untuk mengubah pendapat. Karena itu ia dan timnya menggunakan alat pemindai kegiatan otak atau brain scanner.

“Mula-mula, kami tunjukkan pada layar komputer sebuah pernyataan yang kami tahu diyakininya. Kemudian kami tunjukkan rangkaian lima pernyataan yang menantang atau mempertanyakan pernyataan yang pertama tadi.”

Tim Kaplan kemudian berusaha melihat apakah orang yang dimaksud telah mengubah pendapatnya.

Ada perbedaan antara otak orang yang mengubah pendapatnya dan yang tidak, dan ini tampak dalam bagian otak yang mengurus soal emosi.

“Kami mendapati bahwa orang-orang yang lebih banyak menggunakan bagian otak ini lebih kecil kemungkinannya untuk mengubah pandangan mereka,” kata Kaplan menambahkan.

Kaplan mengatakan, bagi banyak orang, keyakinan politik adalah bagian penting dalam jati diri mereka. [ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG