Tautan-tautan Akses

Media Filipina Petisi MA agar Diizinkan Beroperasi


Pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte memberangus media yang kritis terhadap kepemimpinannya.

Jaringan televisi dan radio terkemuka di Filipina meminta Mahkamah Agung mengizinkan mereka beroperasi kembali. Hal ini dilakukan setelah pemerintah Filipina meminta mereka berhenti, yang dianggap sebagai penyerangan terhadap media independen.

ABS-CBN Corp. mengatakan dalam persidangan bahwa penghentian hari Selasa (5/5) telah mencederai kebebasan pers di saat informasi sangat dibutuhkan di tengah pandemi virus corona.

Sebelumnya Komisi Telekomunikasi Nasional hari Selasa memerintahkan ABS-CBN Corp., yang diketahui kerap mengkritik Presiden Rodrigo Duterte, untuk mengakhiri operasinya karena izin operasionalnya selama 25 tahun habis 4 Mei 2020.

Beberapa pejabat legislatif dan pengawas media mengecam keputusan itu. Seorang senator oposisi dan mattan sekretaris kehakiman Franklin Drilon menyebut perintah itu sebagai “penyalahgunaan kebijakan” dan melanggar konstitusi.

Sejumlah lembaga pengawas media menuding pemerintahan Duterte membungkam kebebasan media yang dianggap bertentangan dengan tindakan dan kebijakan Duterte, termasuk kampanye anti-narkobna yang berujung kematian para terduga pelaku.

Duterte sempat mengancam pengajuan lisensi ABS-CBN dan menuduh media itu mendukung salah lawan politiknya dalam pemilu tahun 2016 lalu. [ti/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG