Tautan-tautan Akses

Mantan Wali Kota Teheran Jadi Ketua Parlemen


Mohammad Bagher Qalibaf (tengah) menyapa anggota parlemen setelah terpilih sebagai ketua parlemen, di Teheran, Iran, Kamis, 28 Mei 2020.

Parlemen Iran telah memilih mantan wali kota Teheran yang memiliki hubungan erat dengan Garda Revolusi sebagai ketua baru, Kamis (28/5). Keterpilihan Mohammad Bagher Qalibaf ini memperkokoh kontrol kelompok garis keras di lembaga itu, sementara ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi menyusul kesepakatan nuklir yang ambruk.

Qalibaf terpilih setelah serangkaian usahanya yang gagal untuk mencalonkan diri sebagai presiden, dan setelah 12 tahun memimpin ibu kota, Teheran. Di bawah kepemimpinan Qalibaf, Teheran berhasil membangun sistem kereta bawah tanah dan merealisasikan pendirian bangunan-bangunan bertingkat yang modern.

Banyak orang juga mengenal Qalibaf sebagai tokoh kontroversial. Ia pernah memberi dukungan kepada seorang jenderal Garda Revolusi yang melakukan aksi penumpasan dengan kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa Iran pada 1999. Ia juga pernah dilaporkan memerintahkan penggunaan peluru tajam untuk mengendalikan demonstrasi pelajar pada 2003 sewaktu masih menjabat kepala kepolisian negara itu.

Qalibaf mendapat 230 dukungan dari 264 legislator yang hadir di parlemen pada putaran pertama pemilihan. Parlemen itu sendiri memiliki 290 kursi.

Qalibaf, 58, menggantikan Ali Larijani, yang menjabat sebagai ketua parlemen dari 2008 hingga Mei tahun ini. Pemimpin Agung Iran Ayatullah Ali Khamenei menunjuk Larijani sebagai penasihat dan anggota Dewan Kebijakan Iran, Kamis (28/5). [ab/uh]

XS
SM
MD
LG