Tautan-tautan Akses

AS

John Valverde, Mantan Napi yang Jadi CEO 


John Valverde (kanan) berbincang dengan Chiffawn Johnson di YouthBuild USA, Inc., Somerville, Massachusetts, 22 November 2016 (Foto: dok).

John Valverde bukan CEO biasa. Ia pernah dipenjara selama 16 tahun karena membunuh seorang laki-laki yang dituduh memperkosa pacarnya.

Ketika berada di penjara, Valverde melakukan hal-hal terbaik untuk menebus kesalahannya, membuatnya meraih dua gelar sarjana, mengajar sejumlah narapidana untuk membaca dan menulis, dan bekerja sebagai konselor HIV/AIDS.

Pekan depan ia akan menjadi CEO YouthBuild USA Inc., sebuah organisasi dengan jaringan program global untuk membantu anak muda, orang-orang dari kalangan berpendapatan rendah dan putus sekolah untuk memiliki keahlian mendapat pekerjaan dan menjadi pemimpin komunitas.

Valverde mengatakan penting baginya untuk jujur tentang masa lalunya, karena ia ingin membantu anak-anak muda itu. Satu dari tiga anak muda di Amerika memiliki catatan kriminal.

“Mereka persis seperti saya, dan karenanya mereka bisa memiliki alur kehidupan seperti saya, dan mereka bisa mencapai hal-hal yang belum pernah dibayangkan sebelumnya”, ujar Valverde dalam wawancara dengan Associated Press baru-baru ini di markas YouthBuild di Sommerville.

Valverde tadinya adalah mahasiswa dengan masa depan menjanjikan, sampai ia menjadi terhukum.

Tahun 1991, pada usia 20 tahun, Valverde memutuskan untuk menemui seorang fotografer yang menurut pacarnya telah memperkosanya. Ia menembak orang itu satu kali di kepala, dan menewaskan Joel Schoenfeld, fotograter yang sedang dalam masa hukuman percobaan dua tahun karena melakukan pelanggaran seksual.

Valverde didakwa melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara sebelum mendapat pembebasan bersyarat.

“Sejak saat itu, saya tahu bahwa apa yang saya lakukan salah, tetapi perlu waktu yang panjang bagi saya untuk menerima tanggungjawab itu tanpa merasionalisasi, menjustifikasi, mencari alasan atau menyalahkan seseorang”, ujarnya.

Valverde mengatakan meskipun ia percaya “tidak pernah mungkin menebus kesalahan membunuh seseorang”, ia memutuskan untuk berupaya mengubah kehidupannya.

Di Penjara, Valverde Raih Dua Gelar Sarjana

Ketika berada di dalam penjara, Valverde meraih gelar sarjana ilmu perilaku dari Mercy College dan gelar master dalam bidang ilmu perkotaan dari New York Theological Seminary. Setelah dibebaskan tahun 2008, ia bekerja sebagai pembantu pengacara dan kemudian memutuskan untuk bekerja di LSM.

Selama tujuh tahun terakhir ini, Valverde telah bekerja di Osborne Association, sebuah organisasi di New York yang memberi perawatan, pendidikan dan program kejuruan bagi narapidana dan mantan narapidana.

Tidak sulit bagi Varvede untuk bekerja di YouthBuild, sebuah organisasi untuk membantu orang keluar dari kemiskinan. Valverde mengalahkan 124 calon lain untuk mendapatkan pekerjaan itu.

YouthBuild Gagas Program Anak Muda Supaya Hidup Mandiri

Program YouthBuild pertama dimulai tahun 1978 di pemukiman East Harlem di New York City, dimana sekelompok remaja membantu membangun sebuah kompleks 10 rumah yang sebelumnya ditinggalkan. Sejak saat itu YouthBuild telah mengembangkan 250 program yang dikendalikan komunitas di seluruh Amerika dan lebih dari 80 program di 21 negara lain.

Peserta program ini berupaya untuk meraih ijazah SMA atau pendidikan setara sambil mempelajari keahlian dengan membangun perumahan yang terjangkau bagi lingkungan mereka, melakukan pelayanan masyarakat dan berpartisipasi dalam pelatihan kepemimpinan.

YouthBuild umumnya melayani anak muda usia 16 -24 tahun yang putus sekolah, di-PHK atau tinggal di lingkungan berpendapatan rendah – suatu kelompok masyarakat di Amerika yang diperkirakan berjumlah sekitar tiga juta orang. (em/ii)

XS
SM
MD
LG