Tautan-tautan Akses

Mahkamah HAM Eropa Salahkan Rusia Soal Pengepungan Sekolah Tahun 2004


Monumen peringatan untuk para korban Beslan di jalan Moskow. (Foto: dok). Lebih dari 300 korban, termasuk anak-anak menjadi korban dalam serangan militan Islamis tahun 2004 terhadap sebuah sekolah di Beslan, republik Ossetia Utara.

Mahkamah HAM Eropa, Kamis (13/4) memutuskan Rusia gagal meminimalkan risiko sebelum serangan militan Islamis tahun 2004 terhadap sebuah sekolah, dan bahwa tindakan pasukan keamanan menyebabkan kematian para sandera.

Pengepungan selama tiga hari dan pembantaian yang dimulai pada 1 September 2004 di Sekolah Nomor Satu di Beslan, sebuah kota di republik Ossetia Utara, menewaskan lebih dari 330 sandera, termasuk 186 anak-anak. Ini adalah salah satu tindakan teroris yang paling banyak menewaskan korban di Rusia.

Sekelompok warga Rusia mengajukan gugatan yang menuduh pemerintah gagal melindungi para korban dari ancaman yang telah diketahui sebelumnya, melancarkan operasi penyelamatan yang tidak memadai, serta tidak menyelidiki serangan itu dan menanggapinya secara efektif.

Mahkamah mendukung penggugat, dengan mengatakan pihak berwenang memiliki informasi spesifik mengenai serangan terencana itu tetapi tidak meningkatkan keamanan di sekolah. Mahkamah menyatakan setelah itu para investigator tidak melakukan penyelidikan yang memadai mengenai bagaimana para korban tewas, dan gagal untuk meneliti sebagaimana patutnya mengenai penggunaan kekuatan mematikan oleh pihak berwenang.

Juru bicara presiden Rusia Dmitry Peskov menolak putusan itu, seraya menyebutnya tidak dapat diterima karena Rusia sendiri adalah korban serangan teroris. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG