Tautan-tautan Akses

Mahkamah Agung Bangladesh Tolak Kasasi Hukuman Mati Militan


Mufti Abdul Hannan (tengah) pemimpin kelompok miitan terlarang Harkatul Jihad al Islami, di pengadilan di Dhaka, Bangladesh, 16 Juni 2014.

Mahkamah Agung Bangladesh hari Minggu (19/3) menolak kasasi yang meminta pembatalan hukuman mati bagi mantan kepala kelompok militan yang terlarang atas serangan granat tahun 2004 terhadap duta besar Inggris pada waktu itu di Bangladesh.

Penolakan oleh dewan tiga hakim agung itu berarti tidak ada lagi hambatan untuk mengeksekusi Mufti Hannan dan dua orang yang membantunya dalam serangan itu. Hannan adalah pemimpin tertinggi Harkatul Jihad, yang dilarang oleh pemerintah tahun 2005.

Keputusan terbaru itu dikeluarkan sebagai jawaban atas permohonan peninjauan kembali vonis bulan Desember yang mendukung keputusan pengadilan banding yang mendukung hukuman mati.

Hannan dan orang-orang membantunya masih diizinkan mencari pengampunan presiden, tetapi pengampunan tidak akan mungkin diberikan.

Hannan dan dua orang yang membantunya didapati bersalah mendalangi tahun 2008 serangan terhadap duta besar Inggris kelahiran Bangladesh Anwar Choudhury ketika ia mengunjungi tempat suci Islam yang berusia 700-tahun dan popular di kota Sylhet, di bagian timur laut Bangladesh, tahun 2004.

Choudhury tidak cedera, tetapi serangan itu menewaskan 3 orang polisi dan melukai 70 orang lain.

Tahun 2008, pengadilan juga menghukum dua orang lain rekan Hannan penjara seumur hidup sehubungan dengan serangan itu.

Hannan memimpin Harkatul Jihad tahun 1990-an. Kelompok itu, yang dibentuk tahun 1992 oleh para warga Bangladesh yang pulang dari perang melawan pasukan Soviet di Afghanistan, telah dituduh melakukan banyak serangan lain di negara mayoritas Muslim itu.

Hannan juga dijatuhi hukuman mati atas satu serangan lain tahun 2001 yang menewaskan 10 orang dalam perayaan Tahun Baru. Ia masih diadili atas serangan granat tahun 2004 yang menewaskan 24 orang yang menarget Perdana Menteri sekarang Sheikh Hasina, yang pada waktu itu pemimpin oposisi. Hasina nyaris terbunuh. [gp]

XS
SM
MD
LG