Tautan-tautan Akses

Larangan Perjalanan Tunda Kunjungan PM Israel ke Bahrain dan UEA


PM Israel Benjamin Netanyahu menunda kunjungan yang telah direncanakan ke Uni Emirat Arab dan Bahrain, dengan alasan restriksi perjalanan yang diberlakukan dalam upaya memberantas virus corona. (Foto: AP)

PM Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (4/4), menunda kunjungan yang telah direncanakan ke Uni Emirat Arab dan Bahrain, dengan alasan restriksi perjalanan yang diberlakukan dalam upaya memberantas virus corona.

“Terlepas dari pentingnya lawatan ke Abu Dhabi dan Bahrain, PM Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk menunda kunjungan pada tahap ini karena penutupan perjalanan lewat udara,” sebut pernyataan dari kantor perdana menteri. Pernyataan itu tidak menyebutkan tanggal baru.

Seorang juru bicara Netanyahu telah menulis pada hari Rabu (3/2) di Twitter bahwa perdana menteri Israel itu akan mengunjungi Uni Emirat Arab dan “kemungkinan Bahrain” pekan depan.

Kedua negara itu menormalisasi hubungan dengan Israel dalam suatu perjanjian yang didukung AS tahun lalu

Kunjungan itu akan menjadi lawatan resmi pertama Netanyahu ke negara-negara Teluk sejak perjanjian ditandatangani September lalu.

Sebagai bagian dari lockdown nasional karena wabah virus corona, Israel bulan lalu melarang penerbangan internasional dan menutup perbatasan daratnya.

Penutupan itu dijadwalkan berakhir pada 7 Februari, tetapi para anggota pemerintah Netanyahu dijadwalkan bersidang hari Kamis untuk membahas kemungkinan perpanjangan “penutupan angkasa” dan langkah-langkah lockdown lainnya.

Netanyahu telah menyatakan bahwa larangan itu merupakan senjata yang diperlukan dalam “pacuan senjata” melawan berbagai varian virus corona.

Israel telah mencatat lebih dari 670 ribu kasus virus corona, termasuk hampir 5.000 kematian.

Israel telah memberikan sedikitnya satu dari dua dosis vaksin buatan Pfizer bagi lebih dari tiga juta orang, dengan sekitar 2 juta mendapatkan suntikan ke-dua – ini disebut sebagai laju imunisasi per kapita tercepat di dunia.

Israel berharap memvaksinasi semua populasinya yang berusia di atas 16 tahun selambatnya akhir Maret mendatang. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG