Tautan-tautan Akses

Korsel Tolak Tuntutan Keluarkan Dana Lebih Besar untuk Pasukan AS


Warga Korsel memberikan dukungan mereka atas rencana penyebaran sistem pertahanan rudal AS (Terminal High-Altitude Area Defense/THAAD), di Seoul, Korea Selatan, 18 Juli 2016. (Foto: dok).
Warga Korsel memberikan dukungan mereka atas rencana penyebaran sistem pertahanan rudal AS (Terminal High-Altitude Area Defense/THAAD), di Seoul, Korea Selatan, 18 Juli 2016. (Foto: dok).

Rakyat Korea Selatan secara meyakinkan menentang tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Seoul mengeluarkan lebih banyak dana untuk mempertahankan keberadaan pasukan AS di negara itu, namun masih sangat optimistis mengenai masa depan aliansi AS-Korea Selatan.

Sebuah jajak pendapat baru, yang diselenggarakan Korea Institute for National Unification (KINU), lembaga yang didanai pemerintah, menunjukkan, 96 persen rakyat Korea Selatan tidak ingin Seoul meningkatkan alokasi tanggungan biaya 28.000 tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Jajak pendapat itu juga menunjukkan, sekitar tiga perempat responden mendukung status quo, sementara seperempat lainnya mengatakan Korea Selatan seharusnya mengurangi alokasi pembiayaannya.

AS dan Korea Selatan telah terlibat dalam dua putaran pembicaraan mengenai kesepakatan berbagi biaya, yang akan berakhir akhir tahun ini. Trump dilaporkan, ingin agar Seoul mengeluarkan dana lima kali lebih besar dari yang dialokasikannya selama ini.

Trump telah lama menuding Korea Selatan dan sekutu-sekutu AS lain memanfatkan AS. Ia secara teratur bahkan meminta Seoul meningkatkan secara dramatis tanggungan biaya pasukan AS.

Menurut sebuah memoir yang baru diterbitkan, Trump mengatakan kepada tim penasehat nasionalnya pada 2018, Seoul sedikitnya harus mengeluarkan dana 60 miliar dolar per tahun untuk pasukan AS. Anggaran militer Korea Selatan pada 2018 hanya 43 miliar dolar. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG