Tautan-tautan Akses

Menlu Latvia: Komentar Global Putin Tidak Bertanggung Jawab, "Perilaku Bunuh Diri"


ARSIP - Dari kiri, Menlu Latvia Edgars Rinkevics, Menlu AS Rex Tillerson, dan Menlu Lithuania Linas Antanas Linkevicius muncul dalam pertemuan dengan kalangan media di Deplu AS di Washington, D.C., 5 Maret 2016 (foto: AP Photo/Carolyn Kaster)

Menlu Latvia Edgars Rinkevics mengatakan komentar Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengenai pembalasan terhadap musuh-musuh bersenjata nuklir, yang tidak pelak akan mengarah pada "malapetaka global," mencerminkan tingkat permusuhan yang belum pernah disaksikan sejak awal Perang Dingin.

Berbicara dengan seorang pembawa acara TV pro-Rusia dalam film dokumenter yang disiarkan di Rusia beberapa minggu sebelum para pemilih menuju TPS dalam pemilihan presiden yang melarang pesaing serius mencalonkan diri, Putin membuat pernyataan keras di mana dia menampilkan dirinya sebagai penjamin tak tergantikan melawan serangan asing.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukannya jika menghadapi serangan nuklir yang akan segera terjadi, Putin mengatakan akan memicu "serangan balik," dan menambahkan meskipun itu akan menyebabkan kehancuran di seluruh dunia dan "akan menjadi bencana global bagi kemanusiaan ... apa gunanya dunia tanpa Rusia di dalamnya?"

Berbicara kepada VOA, Menlu Latvia Rinkevics memperingatkan "terkadang retorika semacam ini bisa menjadi sangat panas sehingga kita tidak bisa mundur dari apa yang sudah diucapkan."

"Pernyataan semacam ini sama sekali tidak bertanggung jawab," tambahnya. "Ini adalah perilaku bunuh diri yang tidak masuk akal, saya kira tidak ada yang ingin menyerang Rusia. Bodoh untuk berpikir seperti ini."

Sementara beberapa pengamat menganggap komentar Putin tidak lebih dari ancaman kosong, Rinkevics mengatakan negara-negara tetangganya khawatir kesediaan Rusia menyerang Ukraina dan Georgia dalam dekade terakhir merupakan preseden bahwa komentar itu mungkin diikuti tindak lanjut militer. [my/ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG