Tautan-tautan Akses

AS

Keluarga Korban akibat Runtuhnya Jembatan di Miami Marah Besar


Jembatan penyeberangan yang runtuh di kampus Florida International University, Miami.

Ketika tim penyelamat hari Sabtu (17/3) mengeluarkan mayat-mayat dari puing-puing reruntuhan jembatan penyeberangan pejalan kaki yang runtuh, seorang paman korban mendamprat apa yang disebutnya sebagai kebodohan luar biasa karena mengizinkan orang-orang bisa mengemudi di bawah jembatan beton yang belum selesai dibangun.

“Mengapa mereka membangun jembatan buruk ini supaya para siswa bisa menyeberang jalan?” ujar Joe Smith yang sedih karena keponakannya Alexa Duran tewas tertimpa jembatan itu di Florida International University.

“Mereka memutuskan untuk menguji kekuatan jembatan ini sementara mobil lalu lalang di bawahnya?,” tambahnya mempertanyakan.

Polisi mengatakan enam orang tewas ketika jembatan itu roboh menimpa jalan enam jalur yang sibuk, yang menghubungkan kampus dengan komunitas Sweetwater.

Tim penyelamat mengambil bangkai dua mobil Sabtu pagi (17/3) dan menemukan tiga mayat, tetapi para petugas mengatakan masih ada sedikitnya dua korban di antara reruntuhan jembatan itu. Sabtu sore mereka mengambil bangkai mobil ketiga, dan pada malam harinya mereka yakin seluruh korban telah ditemukan.

Departemen Kepolisian Miami-Dade memastikan nama-nama keempat korban yang ditemukan hari Sabtu. Rolanda Fraga Hernandez dan mobil Jeep Cherokee-nya yang berwarna kuning keemasan dikeluarkan dari reruntuhan itu hari Sabtu. Dua mayat lainnya – Oswald Gonzalez, 57 tahun dan Alberto Arias, 54 tahun – ditemukan di dalam truk Chevy berwarna putih. [em/ii]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG