Tautan-tautan Akses

Kekhawatiran dengan Nasib Samudra Panaskan Politik Musim Panas Eropa


Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (kiri) saat berbicara pada konferensi kelautan PBB di Lisabon, Portugal (27/6).

Ada kekhawatiran semakin besar di kalangan pemerhati lingkungan Eropa dan lainnya, atas apa yang mereka katakan sebagai kegagalan pemerintah untuk memastikan samudra yang sehat, yang penting untuk persediaan pangan, lapangan pekerjaan, keanekaragaman hayati, dan bahkan udara yang kita hirup. Seruan untuk bertindak mewarnai konferensi kelautan PBB pekan lalu dan menentukan dalam pertemuan penting tentang samudra berikutnya pada Agustus.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutnya sebagai “darurat samudra.”

“Pemanasan global mendorong suhu samudra ke tingkat rekor, menciptakan badai yang lebih sering dan ganas. Permukaan air laut naik, negara-negara kepulauan yang terletak di dataran rendah menghadapi ancaman genangan, dan sekitar delapan juta ton sampah plastik masuk ke samudra setiap tahun,” ungkapnya.

Itulah beberapa ancaman yang dihadapi samudra, yang mencakup 70 persen permukaan bumi. Penangkapan ikan yang berlebihan, pelayaran dan turbin angin laut juga menekan ekosistem laut.

Pada konferensi samudra di Lisbon pekan lalu, Guterres dan yang lainnya menyerukan tindakan perlindungan yang lebih cepat dan lebih kuat.

Kelompok-kelumpok penganjur ramah lingkungan (Green groups) mengklaim pertemuan itu gagal memberi kemajuan nyata. Para pemerhati lingkungan mengharapkan hasil yang lebih baik bulan depan, sewaktu negara-negara melanjutkan diskusi tentang kesepakatan dunia untuk melindungi ekosistem samudra yang terancam. [ps/jm]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG