Tautan-tautan Akses

Hindari Defisit Pendanaan, China Naikkan Usia Pensiun


Seorang pensiunan menyaksikan pertunjukkan opera di Xinyuan Steel, menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek di Anyang, Provinsi Henan, 19 Februari 20219. (Foto: Thomas Peter/Reuters)

China adalah negara dengan penduduk paling padat di dunia, tetapi kebijakan satu anak yang diberlakukan selama puluhan tahun, kekurangan dana pensiun, dan usia pensiun yang terlalu dini telah memaksa Beijing untuk bertindak karena angkatan tenaga kerjanya makin berkurang.

Analis memperkirakan angkatan tenaga kerja negara Asia Timur itu akan kehilangan 35 juta pekerja dalam lima tahun mendatang. Dalam kurun waktu yang sama, jumlah warga yang berhak pensiun akan meningkat dan mencapai lebih dari 300 juta. Jumlah itu sama dengan seluruh populasi Amerika Serikat.

Mereka juga mencatat bahwa dalam dekade berikutnya, China akan menyaksikan defisit dalam dana pensiun sebesar $1 triliun. Namun memperoleh persetujuan rakyat atas perubahan usia pensiun tidak mudah. Ini juga dialami Perancis, Rusia, Amerika, atau sekarang China.

Menurut sebuah survei yang dilakukan tahun lalu oleh Changjiang Daily di Wuhan, lebih dari 80 persen dari 96 ribu responden menentang penundaan usia pensiun. Ini terutama disebabkan karena kemunduran fisik pekerja dan kesulitan memperoleh pekerjaan yang cocok.

Namun, sebagian juga menilai manfaat perubahan seperti itu.

“Pendapatan akan turun setelah Anda pensiun,” kata seorang warga Beijing kepada VOA.

Ia selanjutnya menjelaskan, kalau kondisi fisik memungkinkannya terus bekerja sementara tidak mempunyai kegiatan lain, penundaan pensiun merupakan rencana finansial jangka panjang yang lebih baik.

Pejabat China secara perlahan mulai mengkampanyekan gagasan itu kepada publik.

Dalam laporan kerja tahunannya misalnya, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan, usia pensiun harus dinaikkan untuk “melaksanakan strategi nasional yang secara aktif dapat menanggapi masalah penuaan di kalangan masyarakat.”

Dalam sebuah wawancara pada Sabtu (13/3) lalu, Jin Weigang yang memimpin Chinese Academy of Labor and Social Security, kepada kantor berita Xinhua menyampaikan bahwa China akan menaikkan usia pensiun secara bertahap, memperpanjang dalam beberapa bulan setiap tahun hingga reformasi usia pensiun terpenuhi.

Usia wajib pensiun saat ini di China adalah 60 tahun bagi pekerja laki-laki, dan 50 tahun untuk pekerja perempuan. Sementara untuk pegawai negeri secara khusus ditentukan pada usia 55 tahun. [jm/mg]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG