Tautan-tautan Akses

Google, Waze Perluas Pelayanan Berbagi Penumpang


Mobil Waymo tanpa pengemudi dipamerkan di acara Google, Desember 2016 di San Francisco. (Foto: Ilustrasi)

Google ingin membujuk pengemudi biasa untuk menggunakan aplikasi navigasi itu untuk menjemput orang-orang yang menuju ke arah yang sama.

Perusahaan taksi alternatif, Uber, mendapat persaingan kuat dari bekas sekutunya, Google.

Google dilaporkan menambahkan komponen navigasi Waze yang populer untuk layanan taksi alternatif itu, menurut The Wall Street Journal.

Namun, tidak seperti Uber dan Lyft, Google "ingin membujuk pengemudi biasa untuk menggunakan aplikasi navigasi itu untuk menjemput orang-orang yang menuju ke arah yang sama," menurut laporan tersebut.

Menurut laporan, layanan baru itu akan diluncurkan di beberapa negara bagian AS dan kota-kota di Amerika Latin dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan itu dilaporkan berhasil melakukan uji coba pelayanan di San Francisco dan Israel.

"Bisakah kita minta orang yang sedang dalam perjalanan ke kantornya untuk menjemput seseorang dan mengantarkan mereka ke tempat tujuan? Itulah tantangan terbesar," kata CEO Waze, Noam Bardin kepada surat kabar WSJ.

Menurut WSJ, Waze lebih murah dari Uber dan Lyft., Misalnya, dari pusat kota Oakland ke pusat kota San Francisco taripnya US$4,50. Bandingkan dengan UberPool $10,57, dan $12,40 untuk naik Lyft.

WSJ melaporkan, sopir Waze juga tidak seperti sopir Uber atau Lyft, yang memiliki banyak sopir yang bekerja penuh waktu atau lebih. Dengan Waze, pengendara hanya membayar $0,33 per kilometer, yaitu standar yang digunakan oleh Kantor Pajak bagi sopir yang menghendaki penggantian beaya perjalanan bisnis.

Untuk tahap permulaan ini, Waze tidak akan memungut bayaran dari pengemudi, tapi kalau layanan ini sukses nantinya, Waze akan memungut biaya 15 persen.

Pada tahun 2013, Google menanamkan modal ventura $258 juta untuk memulai bisnis Uber. [ps/isa]

XS
SM
MD
LG