Tautan-tautan Akses

Filipina Ancam akan Putuskan Hubungan dengan Islandia Terkait Penyelidikan PBB


Presiden Filipina Rodrigo Duterte setibanya di bandara Jolo, provinsi Sulu, Filipina selatan, 15 Juli 2019.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Islandia karena negara itu memimpin desakan agar Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelidiki tindakan keras anti-narkoba yang brutal di Filipina.

Rancangan penyelidikan tersebut, yang disetujui Kamis lalu dengan suara 18-14, mengutip pembunuhan di luar hukum, penangkapan sewenang-wenang dan penghilangan paksa di tangan polisi sejak Duterte meluncurkan kampanyenya pada tahun 2016.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan kepada para wartawan di Manila, Senin malam, bahwa resolusi itu menunjukkan “bagaimana kekuatan-kekuatan Barat mencemooh tindakan berdaulat kita dalam melindungi rakyat kita.”

Duterte bereaksi dengan marah terhadap kritik dari komunitas internasional atas tindakan kerasnya dalam operasi anti-narkoba. Dia menarik Filipina dari Mahkamah Kejahatan Internasional awal tahun ini setelah tim jaksa penuntut di pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu mengumumkan tahun lalu bahwa mereka telah membuka pemeriksaan pendahuluan atas kejahatan terhadap kemanusiaan sehubungan dengan kampanye tersebut.

Pemerintahan Duterte mengatakan sekitar 6.600 orang telah tewas oleh polisi dalam baku tembak dengan para pengedar narkoba. Tetapi aktivis setempat mengklaim sekitar 27.000 orang telah tewas sementara polisi meneror masyarakat miskin, menggunakan “daftar pantau” narkoba untuk mengidentifikasi pengguna atau pedagang. [lt/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG