Tautan-tautan Akses

AS

Dinas Rahasia AS Selesaikan Gugatan Diskriminasi Terhadap Agen-agen Kulit Hitam


Dinas Rahasia AS (U.S. Secret Service) sepakat membayar 24 juta dolar dan membuat serangkaian reformasi dalam sistem promosi untuk menyelesaikan gugatan hukum terkait lebih dari 100 agen Amerika keturunan Afrika yang menyatakan mereka didiskriminasi karena ras mereka (Foto: ilustrasi).

Kesepakatan hukum yang dicapai di sebuah pengadilan federal di Washington mengatakan, bayaran yang akan diterima masing-masing agen yang mendapat perlakuan diskriminasi belum diputuskan, namun diperkirakan maksimal 300 ribu dolar per orang.

Dinas Rahasia AS (U.S. Secret Service) telah sepakat membayar 24 juta dolar dan membuat serangkaian reformasi dalam sistem promosi untuk menyelesaikan gugatan hukum yang melibatkan lebih dari 100 agen Amerika keturunan Afrika yang menyatakan mereka didiskriminasi karena ras mereka.

Gugatan class-action ini berawal pada tahun 2000 ketika 10 agen menuduh Dinas Rahasia menunjukkan diskriminasi rasial dalam memutuskan siapa yang akan diperkerjakan, dipromosikan, dialihkan ke kantor lain, diberi bonus, dan bagaimana mereka dihukum karena melakukan kesalahan.

Reginald Moore, seorang penggugat, mengaku telah bekerja di Dinas Rahasia selama lebih dari 20 tahun. Antara tahun 1999 dan 2002, ia telah mengajukan 180 lamaran promosi namun tidak pernah terpilih. Ia belakangan dipromosikan dua kali, namun, katanya, itu terjadi setelah ia dialihkan, dan mengajukan keluhan serta gugatan hukum.

Banyak di antara penggugat memiliki pengalaman serupa, termasuk dipromosikan setelah mengajukan gugataan hukum. Sebuah dokumen pengadilan pada 2006 menyebutkan, para pejabat tinggi di Dinas Rahasia telah lama mengabaikan keluhan yang sering muncul itu.

Kesepakatan hukum yang dicapai di sebuah pengadilan federal di Washington mengatakan, bayaran yang akan diterima masing-masing agen yang mendapat perlakuan diskriminasi belum diputuskan, namun diperkirakan maksimal 300 ribu dolar per orang.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson, yang departemennya membawahi Dinas Rahasia, mengatakan, penyelesaian itu merupakan tindakan yang benar. [ab/as]

XS
SM
MD
LG