Tautan-tautan Akses

AS

Demonstran Protes Korban Salah Tembak Polisi di Pusat Perbelanjaan


Para pengunjuk rasa mengangkat poster yang berbunyi “Keadilan untuk E.J.” selama unjuk rasa yang berlangsung di Riverchase Galleria di Hoover, Alabama, Sabtu, 24 November 2018 (foto: AP Photo/Kim Chandler)

Sejumlah demonstran hari Sabtu (24/11) berunjukrasa di sekelilling sebuah pusat perbelanjaan di Alabama dimana polisi menewaskan seorang laki-laki berkulit hitam, yang semula diduga sebagai pelaku dalam insiden penembakan di pusat perbelanjaan yang ketika itu sedang dipadati warga yang berbelanja pada malam Thanksgiving. Insiden penembakan itu melukai dua orang.

Seorang polisi yang tiba di lokasi melepaskan tembakan dan menewaskan warga Hueytown, Emantic Fitzgerald Bradford Jr yang berusia 21 tahun. Polisi mengatakan Bradford terlihat berlari meninggalkan lokasi penembakan dengan sebuah senjata api sehingga polisi mengira ia pelaku penembakan seorang remaja di pusat perbelanjaan itu. Tetapi kini polisi mencabut pernyataan tersebut.

“Kami tahu itu bohong!” ujar Cynthia Bradford, ibu tiri Emantic, ketika ia mendengar polisi menyalahkan putranya terhadap insiden penembakan itu. Cynthia menggambarkan putranya sebagai seorang anak muda yang menghormati orang lain. Ayah Emantic bekerja di penjara Kepolisian Kota Birmingham.

Kepala Kepolisian Hoover, Gregg Rector, mengatakan tim penyelidik kini yakin bahwa ada lebih dari dua orang yang terlibat dalam perkelahian sebelum terjadinya penembakan, dan “sedikitnya satu penembak” masih buron. Polisi menambahkan meskipun “Emantic Bradford kemungkinan terlibat dalam perkelahian itu, ia tampaknya bukan orang yang melepaskan tembakan yang melukai korban berusia 18 tahun.” Rector menggarisbawahi penyesalannya tentang pernyataan awal soal Emanctic Bradford yang tidak akurat. [em]

XS
SM
MD
LG