Tautan-tautan Akses

China Deportasi Warga AS yang Dituduh Mata-mata; Isyarat Hubungan AS-China yang Lebih Baik


Sandy Phan Gillis (tengah) bersama suaminya Jeff Gillis. (Courtesy - SaveSandy.org)

China hari Jum’at (28/4) mendeportasi Sandy Phan-Gillis, tiga hari setelah ia divonis melakukan tindakan mata-mata dan dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara. Ia kini tinggal di Los Angeles bersama suami dan keluarganya. Putusan itu dinilai sebagai isyarat hubungan yang lebih baik antara Amerika dan China, dan juga tanda bahwa pemerintah Trump berminat pada kasus-kasus semacam itu.

Untuk pertama kali dalam lebih dari dua tahun, Jeff Gillis dan istrinya Sandy Phan-Gillis berkumpul kembali dan kini tinggal bersama keluarga mereka di California.

Setelah Sandy ditangkap di China pada Maret 2015 lalu, Jeff Gillis berkampanye guna membebaskannya, dan kerap melancarkan protes bersama sejumlah pendukungnya di depan konsulat China di Houston.

Sandy Phan-Gillis mendampingi rombongan pemuka bisnis dari Houston bekunjung ke China ketika ia ditahan.

Jeff Gillis meraih dukungan dari John Kamm di Yayasan Dui Hua di San Fransisco.

"Saya benar-benar mulai menangani kasus ini setelah ia menelfon. Saya bertemu dengan sejumlah penasehat senior di pemerintahan dan juga menteri luar negeri," papar John.

John Kamm menambahkan ia tidak terkejut jika pasangan itu kini tidak ingin tampil di depan media.

"Sandy terkena dua serangan jantung ketika sedang diinterogasi, jadi saya yakin ia sangat lelah. Ia telah mengalami cobaan yang berat. Kondisi kesehatannya tidak terlalu baik dan mereka tidak pernah bertemu selama dua tahun ini, jadi saya tidak heran jika mereka membutuhkan waktu untuk itu," tambahnya.

Jeff Gillis juga memuji Menteri Luar Negeri Rex Tillerson yang membicarakan kasus ini dengan pejabat-pejabat China, sesuatu yang menurut Kamm mungkin akan membantu tahanan lain di China.

"Menurut pandangan saya, meskipun dalam kasus ini Sandy adalah seorang warga Amerika, tetapi hal ini tidak saja memberi manfaat pada warga Amerika lain yang kabarnya ada lebih dari 100 orang dan masih ditahan di China; tetapi juga orang-orang lain yang melalui situasi serupa," ujar John.

Pada akhirnya ini juga soal cinta dan perjuangan seorang laki-laki untuk membebaskan istrinya dan membawanya pulang kembali. [em/al]

XS
SM
MD
LG