Tautan-tautan Akses

Capres Brazil Dituduh Sebarkan Berita Bohong Tentang Kubu Pesaing


Foto kombinasi capres Brazil dari Partai Pekerja, Fernando Haddad (kiri) yang diambil 4 Oktober, dan foto Jair Bolsonaro dari Partai Liberal Sosial, yang diambil 7 Oktober 2018.

Putaran kedua pemilihan presiden di Brazil memanas setelah calon tengah-kiri, Fernando Haddad, menuduh saingannya, Jair Bolsonaro, yang berhaluan kanan melancarkan kampanye hitam dengan berita bohong untuk merusak namanya.

Menurut kelompok pencari fakta independen, Haddad telah menjadi sasaran serangan tuduhan palsu, sebagian menuduhnya berencana menutup gereja dan membagi-bagikan buku bacaan yang mengajar anak-anak menjadi gay.

Haddad, Senin (8/10), mengajak Bolsonaro menandatangani komitmen bersama untuk tidak menyebarkan berita bohong dan palsu sebelum pemilihan putaran kedua pada 28 Oktober. Bolsonaro menolak ajakan itu melalui Twitter dengan menyebut Haddad, ‘bajingan.’

Haddad mengatakan, Selasa (9/10), bahwa penolakan itu merupakan “bukti ketidakjujuran” dan Bolsonaro memperoleh manfaat dari semua bohong itu.

Bolsonaro memenangkan pemilihan putaran pertama pada Minggu (7/10) dengan meraih 46 persen suara, sedang Haddad di tempat kedua dengan 29 persen suara. [al]

XS
SM
MD
LG