Tautan-tautan Akses

Brazil Menepis Kekhawatiran atas Sistem Pemungutan Suara Elektronik


Fernando Haddad (kiri), Capres berhaluan kiri akan berhadapan dengan Jair Bolsonaro (kanan) kandidat berhaluan kanan dalam Pilpres Brazil babak kedua.

Pemerintah Brazil hari Rabu (10/10) menepis kekhawatiran tentang sistem pemilihan elektronik negara itu, setelah berlangsung pemilu pada akhir pekan, dan mengatakan teknologi itu "sangat aman".

Kandidat terdepan, Jair Bolsonaro, yang memenangkan putaran pertama pemilihan presiden pada hari Minggu, menyalahkan pemilihan secara elektronik karena ia berpendapat seharusnya ia mendapat kemenangan mutlak.

Kandidat sayap kanan itu akan berhadapan dengan Fernando Haddad yang berhaluan kiri, dalam pemilihan tanggal 28 Oktober setelah memenangkan 46 persen suara dan suara untuk Haddad 29 persen pada putaran pertama.

"Bagi kami itu masalah kebanggaan mempunyai sistem pemilu yang benar-benar aman dan dapat dipercaya," kata Menteri Luar Negeri Brazil, Aloysio Nunes kepada wartawan dalam kunjungan ke Lisabon hari Rabu.

"Tentu saja, mungkin di negara yang begitu luas, ada masalah dengan beberapa tempat pemungutan suara tetapi dapat diselesaikan segera."

Menteri itu mengatakan, sistem pemungutan suara mengijinkan hasil akan dihitung dalam hitungan jam dan dipantau oleh para pemantau pemilu.

Bolsonaro, mantan penerjun payung yang bersumpah untuk menghancurkan kejahatan di negara terbesar di Amerika Latin itu, tidak secara resmi menentang hasil pemilu hari Minggu.

Tetapi para pendukungnya yang protes di luar pengadilan di ibukota Brazilia, meneriakkan "Penipuan!" [ps/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG