Tautan-tautan Akses

Banyak Bisnis Asing Ragukan Tekad Beijing Buka Pasar China


Presiden China Xi Jinping usai memberikan pidato pada pembukaan expo perdagangan di Shanghai, China (5/11).

China mengakhiri Expo Impor Internasional-nya yang kedua hari Minggu (10/11), sebuah pameran perdagangan selama enam hari di Shanghai di mana lebih dari 3.800 perusahaan dari 180 negara ikut ambil bagian.

Sementara semua peserta mengakui bahwa Beijing berusaha membuka pasarnya yang sangat besar, peserta pameran ini berbeda pendapat sehubungan tema impor dari pameran ini benar-benar mencerminkan tekad Beijing itu.

Juga belum jelas, apakah pendekatan dari atas ke bawah dari penguasa China dalam membuka pasar dan melancarkan inisiatif reformasi bisa dilaksanakan sepenuhnya pada tingkat daerah, demikian pendapat para pengamat.

“Penguasa daerah masih mempertahankan kebijakan proteksionis, yang tidak transparan dan merupakan perintang perdagangan yang lebih buruk dibandingkan tarif. Ini masalah besar. Tugas besar dan dipertanyakan apakah pemerintah daerah bisa sepenuhnya melaksanakan kebijakan dari kepemimpinan China,” demikian kata Liu Meng-chun, direktur divisi penelitian China daratan dari Lembaga Penelitian Ekonomi Chung-Hua.

Ketika berpidato pada pembukaan pameran Selasa lalu, Presiden China Xi Jinping berjanji akan terus berusaha membuka pasar China dan mendesak para pemimpin global untuk ikut serta dalam menentang proteksionisme.

Namun, pameran seperti itu tidak cukup untuk China menanggapi ketidakseimbangan perdagangannya dengan negara-negara lain, demikian kata Carlo Diego D’Andrea, ketua dari Kamar Dagang Uni Eropa di Shanghai.

“Agar benar-benar mendorong lebih banyak investasi dari perusahaan Eropa, China harus melaksanakan reformasi BUMN-nya, menegakkan prinsip netralitas persaingan, yang berarti tidak boleh ada perbedaan dalam perlakuan perusahaan pemerintah dan swasta,” kata D’Andrea kepada VOA. (jm/ii)

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG