Tautan-tautan Akses

Bangladesh Tutup Jalur Telkom di Perbatasan India Karena Masalah Keamanan


Tentara penjaga perbatasan India (BSF) berpatroli di sepanjang perbatasan India-Bangladesh di Agartala, India. (Foto: dok). Bangladesh menutup layanan telekomunikasi di sepanjang perbatasan dengan India untuk alasan keamanan.

Bangladesh yang mayoritas penduduknya Muslim telah memerintahkan operator-operator telekomunikasi untuk menutup layanan di sepanjang perbatasan dengan India, dengan mengutip alasan keamanan terkait undang-undang kewarganegaraan baru India, yang menurut para kritikus mendiskriminasi warga Muslim.

Jaringan ponsel telah ditutup di jalur selebar satu kilometer di sepanjang perbatasan dengan India hingga pemberitahuan selanjutnya “demi keamanan negara di tengah-tengah keadaan sekarang ini,” kata para pejabat dalam pernyataan yang dirilis Senin malam.

Langkah itu berakar dari kekhawatiran bahwa Muslim India mungkin akan berupaya melarikan diri ke Bangladesh, kata dua pejabat kepada Reuters. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas langkah itu secara terbuka.

Undang-undang kewarganegaraan India yang baru memberi hak kewarganegaraan kepada warga Hindu, Sikh, Kristen, Jain, Buddha dan Parsi asal Bangladesh, Afghanistan dan Pakistan yang bermukim di India sebelum 2015. Undang-undang itu tidak memberi hak serupa bagi Muslim.

Para kritikus khawatir ini akan menjadi pendahuluan bagi Pencatatan Nasional Warga yang lebih luas, di mana warga akan diminta untuk membuktikan kewarganegaraan. Menurut para aktivis ini akan merugikan keluarga-keluarga miskin Muslim yang tidak memiliki dokumen yang sesuai.

Kementerian luar negeri India tidak segera menanggapi langkah terbaru Bangladesh itu.

Kedua negara berbagi daerah perbatasan yang subur sepanjang 4.000 kilometer lebih. Jutaan warga Bangladesh tinggal di sepanjang perbatasan, kebanyakan terlibat dalam perdagangan melintas batas untuk obat-obatan, komoditas pertanian, suku dan ternak.

“Keputusan membekukan layanan ponsel dapat berdampak bagi sekitar 10 juta orang yang tinggal di perbatasan,” kata seorang pejabat senior di sebuah perusahaan ponsel di Dhaka.

Situs berita India "The Print" hari Senin (30/12) melaporkan bahwa PM Bangladesh Sheikh Hasina telah meminta jaminan tertulis dari pemerintah nasionalis Hindu Narendra Modi bahwa negara itu tidak akan mengusir imigran gelap melintasi perbatasannya. [uh/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG