Tautan-tautan Akses

Badai Yasa Tewaskan 2, Hancurkan Puluhan Rumah di Fiji


Tiang listrik di Jalan Lesiaceva, Savusavu, Fiji, roboh akibat hantaman Topan Yasa, 18 Desember 2020. (Foto: Otoritas Jalan Raya Fiji via REUTERS).

Badai Yasa menghantam Fiji, Kamis malam (17/12), menewaskan sedikitnya dua orang dan menghancurkan puluhan rumah di negara kepulauan Pasifik itu, kata pihak berwenang Jumat (18/12).

Sementara badai kuat itu terbukti menakutkan bagi mereka yang berada di jalurnya, ada perasaan lega di bagian lain negara itu karena kerusakan yang ditimbulkannya tidak seluas yang diperkirakan sebelumnya.

Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama mengatakan melalui sebuah pesan video bahwa mereka yang dikukuhkan tewas adalah bayi berusia tiga bulan dan seorang pria berusia pertengahan 40-an.

Menurutnya, kerugian yang diakibatkan Yasa diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Bainimarama juga mengatakan badai itu menghantam dengan hembusan angin hingga 345 kilometer per jam.

Saluran televisi FBC News melaporkan pria yang tewas adalah Ramesh Chand, seorang petani yang berlindung dari badai di rumahnya di pulau Vanua Levu. Rumah itu ambruk menimpanya. Putra tertetuanya juga terluka dalam insiden itu.

Richard Markham, salah seorang pemilik KokoMana, sebuah perusahaan kecil yang membuat cokelat di pulau itu, mengatakan, pohon-pohon terlihat patah di mana-mana sementara listrik padam. “Saya ke luar rumah pagi ini untuk mengunjungi beberapa staf yang tempat tinggal mereka tidak jauh dari rumah saya. Yang saya lihat adalah kehancuran di mana-mana,'' katanya. “Lereng-lereng bukit dan ladang-ladang dipenuhi pecahan atap-atap rumah. Ini sangat mengejutkan.”

Badai Yasa menghancurkan banyak rumah di Vanua Levu, yang merupakan pulau terbesar kedua di Fiji.

Mata badai bergerak melalui Vanua Levu sekitar pukul 6 sore, Kamis. Badai itu tidak melalui ibu kota Suva dan kawasan wisata Nadi di pulau terbesar Fiji, Viti Levu. Pihak berwenang mengatakan badai itu melemah, Jumat, saat bergerak ke tenggara, melintasi beberapa pulau terluar Fiji.

Namun, mereka memperingatkan bahaya banjir. Pemerintah Fiji mengatakan bahwa permukaan air Sungai Rewa sedang naik akibat hujan. Rewa mellintasi Suva dan menembus Nausori, di mana bandara Suva berada.

Sebelumnya banyak pihak yang khawatir bahwa badai tersebut dapat menyaingi kehancuran yang disebabkan oleh Badai Winston, yang menewaskan 44 orang dan menimbulkan kerusakan luas pada 2016.

Badai Yasa mendorong lebih dari 20.000 orang mengungsi ke pusat-pusat evakuasi pemerintah. Badai itu memutus kabel-kabel listrik dan jalur-jalur komunikasi, serta menyebabkan banjir bandang dan penutupan jalan-jalan. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG