Tautan-tautan Akses

AS, Korsel, Sepakat untuk Berbeda Pendapat Soal Perdagangan


Menteri Perdagangan Korea Selatan, Kim Hyun-jong (Foto: dok).

Korea Selatan pekan ini menolak tuntutan Amerika Serikat untuk merundingkan kembali perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara dua negara yang bersekutu erat itu.

Presiden Donald Trump telah berulangkali mengkritik FTA Korea-Amerika (KORUS) yang telah berumur lima tahun sebagai kesepakatan mengerikan yang menciptakan 27 miliar dolar defisit perdagangan Amerika dengan Korea Selatan tahun lalu, dan telah menyatakan pemerintahannya akan merundingkannya kembali atau mengakhirinya.

Atas desakan Washington, suatu sidang khusus pendahuluan diadakan Selasa lalu dengan konferensi video antara Menteri Perdagangan Korea Selatan Kim Hyun-chong dan sejawatnya Utusan Perdagangan Amerika Robert Lighthizer, untuk merundingkan Amendemen terhadap perjanjian perdagangan itu.

Setelah itu, menteri perdagangan Korea Selatan menyatakan kedua pihak berbeda pendapat mengenai perlunya perbaikan terhadap perjanjian perdagangan tersebut.

Menteri Perdagangan Kim Hyun-chong mengatakan, “Kami telah mendapati bahwa kedua pihak memiliki pandangan berbeda mengenai dampak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika dan Korea Selatan, alasan di balik defisit perdagangan, dan perlunya mengamendemen FTA KORUS.”

Para pejabat Korea Selatan bersikukuh bahwa defisit perdagangan bilateral bukanlah akibat FTA, melainkan karena kinerja buruk perekonomian Korea Selatan yang membuat permintaan impor berkurang, kontras dengan perekonomian Amerika yang lebih kuat.

Para pendukung KORUS di Seoul juga berpendapat FTA menguntungkan perekonomian dan pekerja Amerika. Tahun lalu, perusahaan-perusahaan Korea seperti perusahaan elektronik raksasa Samsung dan produsen mobil Hyundai, mempekerjakan 45 ribu orang Amerika dan menyumbang 138 miliar dolar untuk perekonomian Amerika, sebut Kamar Dagang Amerika di Korea. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG