Tautan-tautan Akses

AS

AS Bayar Johnson & Johnson $ 1 Miliar Dolar untuk Vaksin Covid-19


Seorang peneliti bekerja di laboratorium Johnson & Johnson (foto: ilustrasi).

AS setuju untuk membayar Johnson & Johnson lebih dari $ 1 miliar dolar untuk 100 juta dosis vaksin COVID-19 dalam kesepakatan yang diumumkan, Rabu (5/8) oleh perusahaan tersebut.

Vaksin Johnson & Johnson masih dalam tahap percobaan, saat ini tahap awal uji-coba pada manusia di AS dan Belgia. Uji coba vaksin tahap akhir pada manusia dijadwalkan pada September 2020, menurut Dr. Paul Stoffels Kepala Staf Ilmiah perusahaan tersebut.

“Kami tingkatkan produksi persediaan vaksin SARS-CoV-2 di AS dan seluruh dunia untuk penggunaan darurat,” Stoffels mengemukakan.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, AS dapat memesan hingga 200 juta dosis tambahan.

AS membayar perusahaan itu $ 456 juta untuk pembuatan vaksin itu. Johnson & Johnson menarget produksi lebih dari 1 miliar dosis vaksin pada tahun 2021.

Vaksin Ad26.COV2.S yang sedang diproduksi perusahaan itu menggunakan teknologi sama, yang sebelumnya digunakan dalam vaksin eksperimental untuk Ebola. Vaksin tersebut digunakan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 2019.

Vaksin yang diproduksi Johnson & Johnson itu akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan (BARDA) yang berbasis nirlaba. Vaksin itu setelah mendapat persetujuan diperuntukkan bagi penggunaan darurat oleh FDA, Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS.

Sejauh ini, ini merupakan kesepakatan pertama Johnson & Johnson dengan sebuah negara untuk menyediakan vaksin, meskipun perusahaan itu juga sedang dalam pembicaraan dengan Uni Eropa.

Ditambahkan juga, beberapa perusahaan lainnya telah membuat kesepakatan dengan AS untuk vaksin COVID-19 yang berpotensi. AS baru-baru ini mengumumkan kesepakatannya dengan perusahaan farmasi Sanofi dan GlaxoSmithKline untuk menyediakan 100 juta dosis vaksin bernilai $ 2,1 milyar. [mg/jm]

XS
SM
MD
LG