Tautan-tautan Akses

Amnesty: 23 Anak Tewas dalam Penumpasan Iran Terhadap Demonstrasi November


Demonstrasi anti pemerintah di Teheran, 25 November 2019 (foto: dok).

Organisasi HAM Amnesty International mengatakan memiliki bukti bahwa sekurangnya 23 anak-anak dibunuh oleh pasukan keamanan Iran ketika mereka "secara tidak sah menggunakan kekuatan mematikan untuk menindak keras" demonstrasi anti pemerintah di seluruh negeri pada November 2019.

Penyelidikan oleh pengawas HAM yang berbasis di London itu telah mengungkap sekurangnya 22 anak-anak ditembak mati oleh pasukan keamanan dengan "menembakkan amunisi langsung kepada pengunjuk rasa dan orang-orang di sekitarnya yang tidak bersenjata," kata Amnesty dalam pernyataan pada hari Rabu.

Menurut temuan-temuan itu, anak-anak yang dibunuh termasuk 22 anak laki-laki berusia antara 12 dan 17 tahun, dan seorang anak perempuan yang dilaporkan berusia antara delapan hingga 12 tahun.

Philip Luther, direktur penelitian dan advokasi Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara menyerukan penyelidikan "independen dan tidak memihak" atas pembunuhan tersebut dan penuntutan terhadap mereka yang diduga memerintahkan dan melaksanakannya.

Negara-negara anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB juga harus mengamanatkan penyelidikan atas pembunuhan terhadap para pengunjuk rasa dan orang-orang di sekitarnya, termasuk 23 anak-anak, dalam protes November, demikian menurut Luther.

Demonstrasi pecah di Iran pada 15 November 2019 menyusul keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar. [my/jm]

XS
SM
MD
LG