Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin Politik Irak Siap Bahas Pembentukan Pemerintahan Koalisi


Tokoh-tokoh politik Arab Sunni di Irak mengatakan mereka siap mengadakan pembicaraan untuk ikut dalam pemerintah baru persatuan nasional. Setelah pertemuan di Baghdad hari Sabtu, para Pemimpin Sunni mengatakan mereka akan ikut dalam perundingan beberapa hari lagi untuk membentuk koalisi dengan golongan Shi’ah dan warga Kurdi. Tetapi para tokoh politik mengatakan, mereka akan mengajukan hasil pemilu parlemen tanggal 15 Desember kepada Badan hukum yang menjamin pemungutan suara itu.

Kelompok Shi’ah memperoleh 128 dari 275 kursi dalam parlemen baru negara itu. Arab Sunni memenangkan 55 kursi, dan Aliansi Kurdi -- mitra utama Shi’ah dalam pemerintah yang akan mengundurkan diri memperoleh 53 kursi. Washington telah mendesak kelompok Shi’ah dan Kurdi yang mayoritas untuk membentuk pemerintahan yang mencakup golongan Sunni, yang dikatakannya perlu untuk mengekang pemberontakan yang dipimpin kelompok Sunni.

Sementara, wakil-wakil dari Council on American-Islamic Relations yang berkedudukan di Washington telah menghimbau agar wartawati freelance Amerika, Jill Carroll dibebaskan. Di Baghdad hari Sabtu seorang pejabat kelompok Islam berpengaruh itu meminta kepada para penculik Jill Carroll, agar membebaskan dia tanpa cedera. Dalam pernyataan sebelumnya, kelompok itu mengatakan wartawati berusia 28 tahun itu mempunyai catatan baik mengenai laporan yang obyektif dan menghormati rakyat Iraq dan kebudayaan Arab Islam.

Belum ada berita mengenai nasib wartawati tersebut, setelah para penculiknya mengancam akan membunuhya hari Jum’at kecuali kalau 8 perempuan yang berada dalam tahanan Amerika dibebaskan.

Sementara itu, sebuah kelompok militan telah menculik putera seorang pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Irak. Dalam rekaman video yang ditayangkan dalam siaran televisi Al Arabiya hari Sabtu, para penculik tersebut mengancam akan membunuh putera Brigadir Jenderal Sabah Abd al Karim, kecuali kalau pasukan keamanan Irak menghentikan kerjasama dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika di Irak.

XS
SM
MD
LG