Tautan-tautan Akses

Kecerdasan Buatan untuk Pertama Kalinya Rancang Obat Flu di Australia


Kecerdasan Buatan untuk Pertama Kalinya Rancang Obat Flu di Australia
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:02 0:00

Para ilmuwan di Australia mengatakan mereka telah menggunakan kecerdasan buatan untuk mengembangkan vaksin baru yang tangguh untuk melawan flu. Tim dari Universitas Flinders yakin ini yang pertama kalinya  komputer menggunakan mesin pembelajarannya sendiri untuk mendesain obat baru

CR
DATE: 07/02/2019
TITLE: Australia Medicine
BYLINE: Phil Mercer
NUMBER: 28416611
VOICE : Made Yoni

HEAD : Kecerdasan Buatan untuk Pertama Kalinya Rancang Obat Flu di Australia

INTRO:
Para ilmuwan di Australia mengatakan mereka telah menggunakan kecerdasan buatan untuk mengembangkan vaksin baru yang tangguh untuk melawan flu. Tim dari Universitas Flinders yakin ini yang pertama kalinya komputer menggunakan mesin pembelajarannya sendiri untuk mendesain obat baru untuk digunakan pada manusia. Dari Sydney wartawan VOA Phil Mercer melaporkan disampaikan Made Yoni.

TEXT
Nama komputer itu adalah Sam, atau Search Algorithm for Ligands, dan para peneliti Australia mengatakan obat flu barunya adalah versi perawatan "turbo charged" yang sangat ampuh dari versi pengobatan yang ada saat ini. Kunci teknologi itu adalah zat-zat yang membantu terapi yang sudah ada untuk bekerja lebih baik lagi guna mencegah infeksi.

Program kecerdasan buatan ini diberi informasi mengenai vaksin influenza yang sukses dan yang tidak sukses dan tidak mendapat bantuan apapun dari ilmuwan di Universitas Flinders. Mereka mengatakan ini adalah awal dari 'era baru' dalam penelitian kecerdasan buatan.

Dr Nikolai Petrovsky adalah ilmuan dari Universitas Flinders di Adelaide.

((ACT PETROVSKY))
“Kami mengamati obat yang sukses, contoh obat yang tidak sukses atau gagal dan menunjukkan semuanya kepada program kecerdasan buatan (A.I.) yang disebut Sam. A.I muncul dengan analisanya sendiri mengenai kemungkinan zat yang efektif yang kemudian kami amati dan uji, dan benar berhasil ”

Uji klinis akan segera dimulai pada 240 relawan di Amerika yang disponsori oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, bagian dari Institut Kesehatan Nasional A.S.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan musim influenza 2019 tampaknya telah dimulai lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya di Australia, Chile, Afrika Selatan, dan Selandia Baru. Penyakit ini membunuh ribuan orang di seluruh dunia setiap tahun.

Lebih dari 115.000 kasus influenza telah dilaporkan di Australia dan pihak berwenang mengatakan 226 orang telah meninggal tahun ini. (my/al)
XS
SM
MD
LG